• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SMKN 7 Belajar di Luar

Redaksi by Redaksi
Sabtu, 28 Juli 2018 12:10
in Berita Utama, Pendidikan
0
Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SMKN 7 Belajar di Luar

Siswa SMKN 7 Kota Serang belajar di emperan ruang kelas karena kekurangan ruangan kelas, Jumat (27/7). Meski kegiatan belajar mengajar tersebut terpaksa dilakukan di tempat yang kurang nyaman, tetapi guru tetap bersemangat untuk mengajar siswa.

0
SHARES
35
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Sebanyak 324 siswa yang tergabung dalam sembilan rombongan belajar (rombel) SMKN 7 Kota Serang belajar di luar kelas, karena mereka tidak kebagian ruangan kelas. Mereka terpaksa belajar di pelataran kelas yang sudah berlangsung sejak ajaran baru tahun ini.

Sekolah yang berdiri sejak 2013 tersebut hanya mempunyai 11 ruangan kelas dan empat ruang laboratorium dengan rombel yang ada sebanyak 30.

Satu rombel terdiri atas 36 siswa. Siswa yang kebagian belajar di dalam kelas hanya 21 rombel, sisanya sembilan rombel tidak kebagian. Sebanyak 21 rombel itu menempati 11 ruang kelas, enam kelas darurat, dua laboratorium, dan dua lagi ruang guru yang sebelumnya adalah ruang laboratorium.

Pantauan Radar Banten, siswa yang belajar di pelataran kelas itu duduk lesehan. Ada yang duduk dengan bersila, duduk tegak, ada juga yang duduk sambil menyandarkan badan. Sementara sepatu mereka semuanya dilepas. Mereka belajar di pelataran kelas, kontras dengan siswa lain yang belajar di dalam kelas.

Tahun ajaran baru sebelumnya, mereka yang tidak kebagian kelas itu mengontrak kelas di SMA PGRI 1 dan 2, Kota Serang. Namun, tahun ini tidak ada anggaran untuk mengontrak.

Wakil Kepala SMKN 7 Kota Serang Bidang Sarana Wibowo Hendratmojo mengatakan, pihaknya sudah mengajukan anggaran pembangunan gedung pada 2014. Namun, usulan itu tidak serta merta langsung disetujui karena terkendala hal teknis. Pengajuan untuk ruang kelas baru sempat ditolak pemerintah karena lahan masih berupa persawahan.

“Kita mengajukan bantuan ke Pemkot Serang waktu itu untuk pengurukan dan tiga kelas baru,” ujarnya kepada Radar Banten, Jumat (27/7).

Untuk mengatasi kekurangan kelas tersebut, sekolah yang berada di Jalan Raya Bangdes, Kampung Baru Pakupatan, Kelurahan Panancangan, Kota Serang, itu membuat enam ruang kelas darurat. Kelas darurat tersebut terbuat dari rangka baja ringan yang atapnya menggunakan seng. Namun, kelas darurat itu belum dapat menampung semua siswa sehingga ada sebagian belajar di pelataran kelas.

Wibowo menjelaskan bahwa sekolah tidak memiliki dana untuk membangun ruang kelas baru ataupun untuk menyewa ruangan sekolah lain seperti tahun sebelumnya. “Tahun ini kita uang dari mana? Kecuali provinsi mau men-support kita untuk mengontrak, mungkin kelas satunya kita kontrakkan lagi keluar,” katanya.

Wibowo menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Banten berjanji untuk memberikan tambahan ruang kelas baru tahun ini. Namun, belum ada kejelasan lagi. Meskipun demikian, Wibowo berharap janji tersebut segera direalisasikan.

“Kalau enggak kita semakin sengsara,” pungkasnya sambil tertawa. (Qodrat/RBG)

Tags: Pendidikan Banten
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Hamili Pacar di Bawah Umur, Kernet Truk Dibui

Next Post

PBB Kembali Bersengketa Dengan KPU

Next Post
PBB Kembali Bersengketa Dengan KPU

PBB Kembali Bersengketa Dengan KPU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Turnamen Mobile Legend Wali Kota Cup 2026

Walikota Cilegon Robinsar Siap Sukseskan Turnamen Mobile Legend Wali Kota Cup 2026

by Adam Fadillah
Sabtu, 15 Agustus 2026 16:46
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Walikota Cilegon Robinsar menyatakan kesiapannya mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Turnamen Mobile Legend Wali Kota Cup 2026. Ajang...

10 bedeng kontrakan terbakar

10 Bedeng Kontrakan di Sukmajaya Cilegon Terbakar, Diduga akibat Korsleting Listrik

by Adam Fadillah
Sabtu, 15 Agustus 2026 16:42
0

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID — Sebanyak 10 bedeng kontrakan permanen di Lingkungan Kranggot Jabalintang, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, terbakar pada...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.