PANDEGLANG – Hasil analisis tim peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dilakukan pada 2017 lalu menghasikan pemetaan daerah yang terindikasi rawan pangan.
Daerah itu terdiri atas 12 desa yang tersebar di empat kecamatan. Di antaranya, Desa Curug, Sindangkerta, Kutakarang, dan Cikiruh di Kecamatan Cibaliung. Desa Waringinjaya di Kecamatan Cigeulis dan Desa Curuglanglang di Kecamatan Munjul. Lalu Desa Pasirgadung, Turus, Babakankeusik, Cimoyan, Rahayu, dan Simpangtiga di Kecamatan Patia.
Dasar penetapannya dilihat dari berbagai faktor, di antaranya infrastruktur jalan, jatuhnya akses pasar, minimnya warung rumah warga, dan akses listrik bagi rumah penduduk. “Bukan atas dasar tidak ada pangan seperti beras dan umbi-umbian. Jadi, yang paling mendasar itu infrastruktur,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Pandeglang Mohammad Amri ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/7).
Amri menyatakan, untuk meningkatkan ketersediaan pangan instansinya terus berupaya melakukan pembinaan para keluarga petani yang tergabung dalam kelompok wanita tani (KWT). Namun, persoalan infrastruktur jalan, drainase, sanitasi, listrik, dan akses pasar sepenuhnya diserahkan ke masing-masing instansi terkait. “Kita hanya menggunakan jasa ahli penelitian. Setelah ada hasilnya, kita serahkan ke dinas lain. Seperti jalan lingkungan, sanitasi yang harus dibangun kita rekomendasi ke DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan), sedangkan untuk pembangunan jalan kabupaten dan jembatan kita rekomendasi ke Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang). Selanjutnya terkait keberadaan pasar dan kelistrikan kita serahkan ke Disperindag dan ESDM (Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral),” katanya.
Amri berharap pada tahun ini ada pengurangan daerah rawan pangan. Hal itu seiring percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemkab. “Penelitian untuk tahun ini sedang proses, sama dilakukan oleh para ahli dari IPB. Harapan kami daerah rawan pangan itu bisa berkurang, tentunya seiring percepatan pembangunan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Ketersediaan Pangan Mad Yusup mengaku sedang melakukan pendataan dan pemetaan kembali untuk daerah rawan pangan tahun ini. Hal itu sebagai dasar pembangunan pada tahun depan. “Ya, kita masih fokus pada rencana penataan wilayah rawan pangan tahun ini untuk penanganan tahun depan. Adapun soal pembinaan SDM (sumber daya manusia), ada beberapa kegiatan yang dilakukan bidang lainnya seperti pembinaan KWT dalam pengembangan pangan lokal,” katanya. (Herman/RBG)










