• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama Sosial Budaya

Katanya Orang Kaya, Diminta Rumah Malah Marah

Aas Arbi by Aas Arbi
Kamis, 6 September 2018 18:54
in Sosial Budaya
Katanya Orang Kaya, Diminta Rumah Malah Marah

          Mengutip pepatah lama ‘mulutmu harimaumu’, apa yang dialami pasangan muda yang sempat berstatus suami istri, sebut saja Jebod (37) dan Enye (35), keduanya nama samaran, menarik untuk ditelusuri. Bagaimana tidak, lantaran tak mau dianggap remeh oleh keluarga sang istri, sikap dan ucapan suami sombongnya bikin sakit hati. Aih maksudnya bagaimana, Teh?

“Ya begitulah, Kang. Ucapan enggak sesuai sama kenyataan,” kata Enye kepada Radar Banten.

RelatedPosts

Kapolri Listyo Sigit Prabowo

Kapolri Resmikan Balai Latihan Silat PTBI, Dorong Pelestarian Budaya Banten

Sabtu, 19 September 2026 08:51
Alfamart

Alfamart dan Kalbe Nutritionals Perkuat Dukungan 1.000 HPK melalui Sahabat Posyandu, Jangkau 2.800 Penerima Manfaat

Jumat, 18 September 2026 14:00
Milad BAZNAS Kabupaten Serang

BAZNAS Kabupaten Serang Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 14:57
GRANAT Tangsel Bangkit, Gandeng BNN dan Dunia Pendidikan Perkuat P4GN

GRANAT Tangsel Bangkit, Gandeng BNN dan Dunia Pendidikan Perkuat P4GN

Jumat, 31 Juli 2026 07:05

Apalah daya, pernikahan yang masih seumur jagung, hanya menjadi kenangan penuh luka. Baik keluarga pihak wanita maupun mempelai pria, sama-sama tidak bisa berlapang dada. Peristiwa itu terjadi ketika Enyeh berusia 25 tahun dan Jebod 27 tahun. Oalah, kok bisa begitu ya, memangnya kenapa sih, Teh?

“Hem… saya kalau ingat kejadian itu suka sedih, Kang. Ya, semoga hal yang saya alami enggak terjadi pada siapa pun. Perih rasanya!” keluh Enye.

Meski tidak sampai menitikkan air mata, dari raut wajahnya, Enye memang tampak tak bergairah menceritakan kisah masa lalunya. Namun, mungkin ingin berbagi pengalaman atas apa yang dialami, ia pun rela menyempatkan waktu luangnya untuk bercerita panjang lebar kepada wartawan.

Semua berawal ketika Enye lulus SMA. Bagai bidadari turun dari kayangan, Enye yang sedari kecil tidak begitu menarik perhatian lelaki lantaran berpenampilan ala kadarnya dan belum bisa dandan, tiba-tiba saja hadir dengan penampilan baru yang lebih modis dan tampak dewasa.

Berbekal motivasi tinggi ingin menjadi wanita paling cantik di antara teman-temannya, Enye tak peduli jika harus mengeluarkan banyak biaya untuk pergi ke salon dan membeli baju-baju baru. Maklumlah, meski tarlihat sederhana, sebenarnya ia termasuk wanita yang terlahir dari keluarga kaya.

Sang ayah yang memiliki sawah di mana-mana, sejak muda memang tak pernah menghambur-hamburkan uang untuk kepuasan sementara. Menerapkan pola hidup sederhana dan apa adanya, mereka keluarga yang bersahaja. Katanya sih, ayah Enyeh memang sengaja seperti itu untuk bekal hidup anak-anaknya di masa depan. Widih, keren amat nih orangtuanya Teh Enyeh!

“Ya, bapak mah memang begitu, Kang. Pelit sih enggak, cuma kadang suka marah kalau beli barang-barang yang tidak penting,” curhatnya.

Setelah ditelusuri, wajar saja, ternyata Enye anak ketiga dari empat bersaudara dan wanita satu-satunya. Apa yang diminta, pasti dituruti kedua orangtua. Sampai Enye meminta kendaraan pribadi sekalipun, ayahnya membelikan motor untuk sang buah hati tercinta.

Hingga suatu hari, apa yang dilakukan Enye tidak sia-sia. Dengan penampilan baru yang lebih menggoda, banyak lelaki datang mendekat. Mulai dari teman seusia sampai yang jauh lebih tua, berlomba-lomba mendapatkan cintanya. Berbagai usaha pun dilakukan, ada yang diam-diam meminta nomor telepon, mengirim surat, bahkan ada juga yang nekat datang ke rumah.

Singkat cerita, dari sekian banyak lelaki yang berlomba mendapatkan hati Enye, akhirnya seperti apa yang dialami banyak wanita pada umumnya, Enye memilih satu lelaki pujaan hati yang menurutnya paling baik di antara yang terbaik. Ia adalah Jebod. Berpenampilan keren dengan gaya ala-ala orang kaya, ia sukses merebut Enye dari pacar-pacarnya.

Seiring bertambahnya usia, banyak teman-teman Enye mengakhiri masa lajang. Setiap kali kondangan berdua, selalu saja ada yang menanyakan kapan menyusul? Mungkin karena hal itulah, Enye dan Jebod ngebet ingin segara menuju pelaminan. Padahal, waktu itu usia mereka masih terbilang cukup muda.

Apa mau dikata, lagi-lagi, sambil merengek di hadapan sang ayah, Enye meminta segera dinikahi. Meski awalnya tidak disetujui, yang namanya naluri ibu, pasti tak tega melihat buah hati tersiksa, keluarga besar pun mengabulkan permintaan Enye.

Tak lama kemudian, datanglah Jebod beserta keluarga besar melamar sang kekasih hati. Enye yang malam itu mengenakan kebaya putih dengan kain batik, membuat siapa pun terkagum-kagum melihatnya. Apalagi, ketika bersanding dengan Jebod yang berkemeja dengan celana bahannya, mereka tampak serasi bak raja dan ratu.

Selesai acara lamaran, kedua keluarga saling berunding untuk menentukan tanggal pernikahan. Saat itu mulailah muncul benih-benih keretakan yang dirasakan keluarga Enye terhadap sosok Jebod dan keluarga.  Lah, baru selesai lamaran kok sudah timbul keretakan, ini bagaimana ceritanya Teh?

“Waktu itu Kang Jebod ngomongnya ninggi terus, Kang. Dia bilang, pokoknya keluarga Enye enggak usah khawatir, pesta pernikahan nanti biar saya yang bayar. Mau undang tamu seluruh kampung atau kampung sebelah juga silahkan, menunya juga harus enak. Soal uang, enggak usah pusing,” kata Enye meniru ucapan Jebod.

Dua minggu setelah malam lamaran, pesta pernikahan pun terlaksana. Mengikat janji sehidup semati, Enye dan Jebod resmi menjadi sepasang suami istri. Mengundang tamu undangan dari berbagai kalangan, semua orang dipuaskan dengan mewahnya tenda hajatan dan menu hidangan istimewa. Pokoknya, hari itu semua terlihat bahagia.

Di awal pernikahan semua berjalan lancar. Baik Enye maupun Jebod saling menjaga perasaan. Tinggal di rumah sang istri, peran Jebod sebagai suami dilakoninya dengan baik. Bekerja setiap hari, rumah tangga mereka diselimuti kebahagiaan.

Hingga setahun kemudian, mereka belum juga dikaruniai momongan. Apalah daya, sindiran dan ucapan menyakitkan hati pun datang dari tetangga dan orang-orang. Sejak saat itu, keharmonisan seakan sirna. Hingga suatu malam, sang ayah mertua menanyakan kapan Jebod membeli rumah untuk rumah tangganya. Entah karena lelah bekerja atau tersinggung, Jebod mengamuk, keributan terjadi.

Parahnya, seolah tak menghormati sang mertua, Jebod memarahi sambil mengatakan hal yang tak pantas. Sontak hal itu membuat Enye tak terima. Amukan disertai jerit tangisnya menggema seisi ruangan. Aih, memang waktu itu Kang Jebod ngomong apa, Teh?

“Katanya, anak lu belum kasih gue keturunan, sudah minta rumah. Enggak ingat apa dulu pas nikah yang paling besar ngeluarin biaya siapa,” begitu kata Enyeh meniru ucapan Jebod.

Seminggu kemudian, Enyeh meminta perceraian. Mereka pun berpisah untuk selamanya. Saat ini Enyeh sudah hidup bahagia dengan suami baru dan dianugerahi dua anak. (daru-zetizen/zee/dwi)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

e-Paper Radar Banten, Kamis 6 September 2018

Next Post

Tes Seleksi CPNS Dilaksanakan Bulan Oktober 2018

Next Post
Tes Seleksi CPNS Dilaksanakan Bulan Oktober 2018

Tes Seleksi CPNS Dilaksanakan Bulan Oktober 2018

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik DAMRI 19–23 Oktober, Layani Dua Koridor

Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik DAMRI 19–23 Oktober, Layani Dua Koridor

Sabtu, 17 Oktober 2026 11:52
Legalitas panitia Muprov Kadin Banten

Bacalon Ketua Kadin Banten Pertanyakan Legalitas Panitia Muprov

Jumat, 16 Oktober 2026 14:39
Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 17 Oktober 2026, Lebak Berpotensi Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Banten Sabtu 17 Oktober 2026, Lebak Berpotensi Hujan Ringan

Sabtu, 17 Oktober 2026 07:55
opwn bidding 12 jabatan eselin II

Pemkab Lebak Siapkan Open Bidding untuk 12 Jabatan Eselon II

Jumat, 16 Oktober 2026 14:10
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

MENEBAR SEHAT dengan JALAN SEHAT

MENEBAR SEHAT dengan JALAN SEHAT

by Abdul Rozak
Minggu, 18 Oktober 2026 10:05
0

Sehat Bersama, Bahagia Bersama, Berkolaborasi untuk Banten Maju! Oleh: Yhannu Setyawan (Pengamat Kebijakan Publik) "Obahan awak ampeh kajaga sehatna, jagaan...

Tradisi Bedolan Pamarayan

Ribuan Warga Meriahkan Tradisi Bedolan Pamarayan

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 18 Oktober 2026 09:32
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Ribuan warga dari Kabupaten Serang, khususnya dari Kecamatan Pamarayan dan Cikeusal, tumpah ruah di Bendungan Pamarayan. Mereka memeriahkan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.