CILEGON – Pemerintah pusat berencana akan membangun politeknik kimia di Kota Cilegon. Politeknik itu dibuat untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kimia.
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon Edi Ariadi membenarkan rencana pembentukan politeknik tersebut. Menurut Edi, pemerintah pusat telah melakukan koordinasi dengan Pemkot Cilegon berkaitan program di bidang pendidikan dan pengembangan SDM tersebut.
“Ya bagus, di kita kan industri kimia cukup banyak dan pasti butuh orang-orang yang kompeten di bidangnya,” ujar Edi kepada wartawan, Minggu (9/12).
Menurut Edi, Pemerintah Kota Cilegon siap mendukung rencana tersebut. Namun, menurut Edi, secara rinci belum diketahui apa hal yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Cilegon dalam mendorong terealisasinya program tersebut.
Disinggung terkait lokasi pembangunan politeknik tersebut, menurut Edi, informasi sementara pemerintah menginginkan di setiap industri ada area transfer ilmu pengetahuan.
Edi menjelaskan, investasi di bidang kimia di Kota Cilegon terus berkembang. Dalam setiap investasi yang masuk, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon meminta pada investor untuk memperhatikan masyarakat sekitar sekaligus pengusaha lokal.
Terbaru investasi kimia yang masuk di Kota Cilegon adalah dari PT Lotte Chemical Indonesia. Perusahaan asal Korea Selatan itu akan membangun pabrik baru dengan nilai investasi 3,5 miliar dolar Amerika.
Groundbreaking perusahaan kimia itu dilakukan pekan lalu oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong.
Kota Cilegon merupakan daerah pertama yang memiliki kawasan industri kimia yang sangat luas. Pernyataan itu diungkapkan Menperin Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam agenda groundbreaking PT Lotte.
Menurut Airlangga, di Cilegon ada dua kompleks perusahaan kimia terbesar, pertama milik PT Chandra Asri Ciwandan dan kedua milik PT Lotte Chemical Indonesia. Menurutnya, Kota Cilegon menjadi sentral industri kimia dan baja.
Dijelaskan Airlangga, industri kimia dan industri baja merupakan ibu dari industri. Dengan peletakan batu pertama pabrik tersebut melengkapi struktur pendalaman industri Indonesia. “Industri jadi sektor penting dalam pembangunan, berpengaruh 20 persen pada pertumbuhan PDB (produk domestik bruto),” kata Airlangga. (Bayu M/RBG)










