Kisah rumah tangga Buntet (49) nama samaran sangat mengenaskan. Setelah kehilangan pekerjaan dan ditipu teman, sang istri, sebut saja namanya Mutoh (42) malah meminta perceraian. Parahnya, tak mengabulkan kemauan istri, Buntet babak beluk dihajar keluarga dan saudara Mutoh. Yassalam, apes banget sih Kang Buntet ini.
Cinta, ya, Butet mengaku, ia terjerumus dengan apa yang dinamakan cinta. Buntet mengenal Mutoh dari temannya. Saat itu, di masa-masa SMA, Mutoh adalah anak baru di sekolah. Dengan penampilan modis ala-ala anak kota, Mutoh sukses membuat Buntet jatuh cinta pada pandangan pertama.
Meski ekonomi pas-pasan, yang namanya orang kampung, kalau sudah punya pekerjaan, pasti dianggap hidup berkecukupan. Hebatnya, hal itu ternyata membuatnya percaya diri saat mendekati kedua orangtua Mutoh. Meski tampang pas-pasan, demi Mutoh, ia rela mengeluarkan banyak uang untuk memperbaiki penampilan.
Singkat cerita, baru beberapa bulan jadian, mungkin karena takut kehilangan, Buntet langsung mengajak ke pelaminan. Mengikat janji sehidup semati, keduanya resmi menjadi sepasang suami istri.
Di awal pernikahan, seperti pasangan pada umumnya, mereka saling menjaga perasaan. Menginjak tahun kedua usia pernikahan, Mutoh positif mengandung anak pertama. Butet dan seluruh keluarga menyambut bahagia, hingga sang buah hati lahir, rumah tangga mereka semakin harmonis.
Seiring berjalannya hari, masa-masa sulit mulai menghampiri. Kebutuhan ekonomi meningkat, mereka terus berjuang menjalani hari. Seolah mendapat solusi atas kebimbangan yang terjadi, salah seorang teman mengajak berbisnis berjualan makanan. Namun, sebagai modal awal, Buntet diminta uang sepuluh juta. Bodohnya, Butet percaya dan memberikan uang hasil pinjaman dari sang istri.
“Ya waktu itu modal awal dari saya. Kita rencananya jualan ke tempat-tempat keramaian. Ya namanya usaha, saya pinjam ke istri dulu deh,” ungkap Buntet.
Apesnya, sang teman malah membawa kabur uang Buntet. Sang istri yang tak terima, berulang kali meminta Buntet untuk mengebalikan uangnya. Saat itulah, keributan sesungguhnya antara Buntet dan Mutoh bermula.
Menginjak tahun keempat pernikahan, keadaan tak kunjung membaik. Buntet belum juga mampu mengembalikan uang istrinya. Lantaran keributan yang terjadi hampir setiap hari, Mutoh meminta perceraian.
Waktu itu saya enggak mau, Kang. Tapi dia terus saja tuh minta cerai kayak pengin lepas dari saya,” curhatnya.
Hingga suatu hari, sambil membawa anaknya, Mutoh pulang ke rumah orangtua. Sambil menangis histeris berlinang air mata, ia mengadu pada orangtua dan keluarga tentang masalah dengan Buntet. Apa mau dikata, orangtua dan kakak-kakaknya pun marah. Mereka tak terima.
Apesnya, bagai mendatangi malapetaka, Buntet malah menjemput Mutoh ke rumah. Ia yang tak tahu apa-apa, jadi bulan-bulanan kakak Mutoh yang telanjur terbakar amarah. Sejak saat itu, perpisahan pun disepakati oleh Mutoh dan Buntet. Mereka berpisah untuk selamanya.
Ya ampun, sabar ya Kang Butet. Semoga ini jadi pelajaran berharga dan diberi pengganti yang jauh lebih baik. Amin. (Haidaroh/Hilal)










