SERANG – Babak kualifikasi PON cabang olahraga wushu lima bulan lagi bakal digelar. Tahap persiapan terus digeber Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia (WI) Banten.
Pra PON 2019 bakal berlangsung di Bangka Belitung pada Juni mendatang. Pengprov WI Banten sedang mematangkan mulai dari memanggil atlet terbaik.
“Persiapan kami untuk Pra PON 2019 sedang berjalan. Saat ini kami masih dalam proses pemanggilan para atlet yang kami anggap layak untuk mewakili Banten pada ajang perebutan tiket menuju PON 2020 di Papua itu,” kata Pelatih Wushu Banten Adam ditemui Radar Banten di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Rabu (23/1).
Pemanggulan atlet itu, kata Adam, untuk memastikan kesiapan mental dan fisik, dan kemampuan bertanding para petarungnya. Sebelum Februari, pemanggilan atlet harus telah rampung. “Persiapan ini harus lebih dipercepat, karena waktunya tinggal sebentar lagi. Kalau pemanggilan atlet sudah selesai, insya Allah pemusatan latihan akan segera dilaksanakan,” jelas Adam.
Adam mengaku pihaknya akan turun maksimal di seluruh kelas pertandingan pada babak kualifikasi itu. Menurutnya, peluang prestasi akan kian besar jika kuota pertandingan seluruhnya terisi. “Seluruhnya ada 21 atlet yang akan bertanding dari Banten pada Pra PON nanti. Lima belas atlet untuk kelas sanda dan enam atlet untuk kelas taolu. Tetapi kami juga masih akan mempertimbangkan keputusan dari yang lainnya,” ungkapnya.
Salah satu atlet wanita dari kelas Sanda asal Kota Serang, Rizka Jualiani dipastikan berangkat. Saat ini, Rizka telah mengikuti pelatda jangka panjang (PJP). “Untuk atlet PJP dari wushu ada satu orang. Nanti kita mau ada penambahan juga,” ujarnya.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Atlet pada KONI Banten Hengky meminta seluruh Pengprov cabang olahraga mengejar persiapan menyambut Pra PON 2019 dengan serius. “Pra PON ini sebagai awal menyambut PON. Jadi kita harus maksimal persiapannya, Kita masih punya waktu untuk terus berbenah,” tuturnya. (Riko B/RBG)










