Hari ke-16 road show Bintang Sains 2019, Kamis (31/1) di Kecamatan Bandung semakin menarik dan kompetitif. Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung tak menyurutkan semangat peserta bersaing pada lomba yang diselenggarakan di gedung SMPN 1 Bandung, Kecamatan Bandung tersebut. Semua peserta tampak siap bersaing memperebutkan sepuluh tiket ke final.

Bintang Sains 2019 di Kecamatan Bandung diikuti 178 peserta dari 19 sekolah. Lomba dibagi tiga sesi dan tersisa 56 peserta yang berebut posisi 10 besar. Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aat Supriyadi hadir menyaksikan lomba.

Seperti di kecamatan sebelumnya, peserta berguguran pada pertanyaan esai. Kendati tidak dapat melanjutkan ke babak berikutnya, peserta tetap menunjukkan ekspresi ceria dan mendukung rekan-rekannya yang masih bertahan. Ambisi peserta untuk memperebutkan jatah ke final semakin terasa di babak penentuan. Peserta bersaing ketat dan pertanyaan demi pertanyaan yang dibacakan host bisa dijawab dengan benar. Semua peserta pun mengekspresikan kegembiraan usai menjawab soal dengan benar. Hingga akhirnya, terpilih sepuluh finalis perwakilan Kecamatan Bandung menuju final.
Sepuluh finalis cukup merata. Yakni, tiga peserta dari SDIT Al-Khoir, dua peserta dari SDN Yudha, dua peserta dari SDN Kidalang, dua peserta dari SDN Pengawinan, dan satu peserta dari SDN Palamahan 2. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Bandung Neneng Hayati, Anggota K3S Bandung Rusmimi, Pengawas SD Kecamatan Bandung Juriyah dan Supriyono, serta Kepala SMPN 1 Bandung Sadikin.

Salah satu finalis dari SDIT Al-Khoir, Salman Assalafy mengaku bangga dan gembira bisa menjadi finalis Bintang Sains mewakili Kecamatan Bandung. Ia mengaku sudah fokus belajar selama dua pekan di sekolah dan di rumah. “Alhamdulillah bisa masuk sepuluh besar berkat motivasi guru dan mama,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua K3S Kecamatan Bandung Neneng Hayati menilai, Bintang Sains memicu semangat siswa untuk belajar lebih giat. “Peserta sangat berambisi jadi juara, tapi hanya yang terbaik dari yang terbaik yang lolos jadi 10 finalis,” tuturnya. (Haidaroh)










