Kehidupan metropolis yang begitu pelik menjadikan penghuninya mencari pelarian. Yang dicari adalah kedamaian. Dan aktivitas yoga dianggap mampu menjadi solusi.
Yoga dari bahasa Sanskerta berarti penyatuan, penyatuan dengan alam atau “penyatuan dengan Sang Pencipta. Bisa dipahami,senam atau olahraga yoga, melalui asana atau gerakan yoga dan teknik meditasi sebagai medianya, membantu mengenali diri sendiri, kemudian lebih dekat dan mengenal Sang Maha Pencipta.
Masyarakat global umumnya mengenal Yoga sebagai aktivitas latihan utamanya asana (postur) bagian dari Hatta Yoga. Yoga juga digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif, biasanya hal ini dilakukan dengan latihan pernapasan, olah tubuh dan meditasi, yang telah dikenal dan dipraktekkan selama lebih dari 5.000 tahun.
Yoga memberi beragam manfaat baik fisik atau psikis, seperti melangsingkan atau mengecilkan perut, menambah stamina dan vitalitas bahkan ketenangan pikiran. Itu semua bisa dicapai melalui gerakan/pose/asana, teknik pernapasan maupun meditasi.
“Dengan yoga kita betul-betul merasakan tubuh yang bugar, segala keluhan tubuh berkurang, seperti sakit pinggang, punggung, lutut, kram otot, dan lain-lain.
Selain itu juga pikiran jauh lebih segar karena salah satu tujuan dari Yoga adalah rileksasi,” terang Indah Mayasari, pengajar Yoga 200H Kapha Yoga di Cilegon.
Sebagai salah satu olahraga yang dikenal di seluruh dunia sejak ribuan tahun lalu, senam ini sudah memiliki banyak penggemar, dan di Indonesia sudah semakin dikenal dan digemari. Bisa kita saksikan dari mulai banyaknya tumbuh studio dan tempat belajar yoga yang tersebar di kota-kota seluruh Indonesia.
Seiring perkembangan zaman, kehadiran yoga terus berkembang termasuk di Kota Serang dan sekitarnya. Kehadiran yoga yakni olahraga yang mengolah pernapasan dan tubuh ini semakin diterima oleh masyarakat. Berkembangnya yoga membuat semakin banyak komunitas yang secara konsen mendalami olahraga ini.
Seperti yang dikatakan pengajar yoga Anna Noviana, kebutuhan orang itu beda-beda ada yang ingin kurus, ada juga yang ingin bikin tenang pikiran. “Sebenarnya yoga itu welcome semuanya, tapi intinya yoga itu bisa bikin kita fokus sama diri kita sendiri dulu. Yang paling penting cari kebahagiaan diri sendiri, baru bisa bahagiain orang lain. Lebih ke inner-nya, nggak penting mau kurus atau nggak. Saya pribadi lebih senang mengubah mindset orang,” jelas ibu tiga anak ini.
Anna, sudah mengajar yoga sejak 2012. Dia menekuni yoga di Bandung dan saat pindah ke Serang ia menjadi pengajar di tiga sanggar di Kota Serang.
“Waktu pindah ke Serang, saya pikir nggak ada yoga, akhirnya saya belajar yoga karena ingin tahu yoga sesungguhnya seperti apa. Tujuan awalnya hanya untuk kebutuhan persona, tapi akhirnya ditawari saudara untuk mengajar setelah saya ikut teacher training,” cerita Anna.
“Waktu itu setiap mau menstruasi saya nggak bisa jalan, jadi waktu itu otot saya itu memendek akhirnya kena HMP saraf kejepit. Nah itu kalau sudah kumat saya nggak bisa jalan, nggak bisa turun dari ranjang, pokoknya sakitnya sudah luar biasa. Sudah coba olahraga berenang masih sakit juga, akhirnya saya mencoba untuk yoga. Langsung suka, karena mungkin yoga satu-satunya olahraga yang nggak bersinggungan dengan orang lain, cuman bergerak di matras aja,” lanjut Anna.
“Dari situ saya mulai membaik dan bisa beraktivitas normal biasa. Cuma benar-benar sembuh ketika saya ikut pilates, dan mendalami pilates,” tuturnya lagi.
Anna mengaku senang menekuni Yoga karena semakin lama mengajar, Anna semakin menyadari anatomi manusia itu berbeda-beda. “Dari yoga ini saya juga bisa banyak kenal karakter orang, di dalam matras dan di luar matras itu cerminan kita banget. Orang yang semakin gelisah dan pecicilan di dalam matras itu menunjukkan di luar matrasnya pun dia begitu,” kata perempuan yang tinggal di perumahan Ciceri Indah, Kota Serang ini.
Anna menjelaskan, yoga populer hanya di kalangan ibu-ibu dan para pekerja. “Yang paling susah itu menjamah remaja, padahal mereka yang lebih butuh. Dan yang paling mudah itu adalah ibu-ibu atau orang- orang yang sudah kerja. Karena mereka yang mulai merasa kaku banget, padahal sudah mulai dari usia remaja badan mereka sudah kaku. Penggemar yoga paling banyak usia sekitar 25 tapi ada juga yang usianya 55 tetap masih ikut,” terang Anna.
Anna bilang, dulu yoga dipandang sempit oleh masyarakat karena menyangkut satu agama, tetapi seiring waktu berjalan yoga berkembang dengan sendirinya. Kini yoga lebih modern dan tidak ada kaitannya dengan agama tertentu.
Di Banten ini, masyarakatnya dikenal religius sehingga awalnya ada ketakutan terhadap yoga, tapi perlahan diterima dan memang tidak menyinggung satu agama. “Sekarang masyarakat mulai mengenal yoga dan ini terus berkembang menjadi gaya hidup,” katanya.
Kata dia, yoga yang semakin berkembang membuat alirannya juga beragam sehingga memang benar-benar menjadi gaya hidup seseorang. “Seperti tarian jiwa yang digabungkan dengan musik dan lainnya sehingga bisa diterima masyarakat,” kata wanita berhijab ini.
Ia mengungkapkan, saat ini, peminat yoga cukup banyak meskipun tidak sebanyak komunitas olahraga senam atau aerobik. Yoga terkadang dianggap olahraga yang susah karena gerakannya lambat dan fokus pada tubuh tertentu. Selain itu, satu persatu dibenarkan dan harus menahan napas sehingga dianggap melelahkan. Ini berbeda dengan aerobik yang gerakannya cepat.
“Kalau yoga, tubuh butuh konsentrasi dengan mengatur pernapasan dan perlahan tubuh bisa lebih lentur,” ungkapnya.
Ia menuturkan, Kota Serang sebagai ibukota Provinsi Banten membuat yoga bisa lebih cepat berkembang. Tidak jarang masyarakat mencari tahu keberadaan komunitas yoga. “Banyak yang tidak tahu dimana komunitas yoga. Komunitas yoga bisa ditemui di beberapa sanggar senam,” tuturnya.
Ia menambahkan, yoga memberikan banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari, salah satunya memaksimalkan fungsi tubuh menjadi lebih fleksibel karena menjadi lebih kuat sehingga pikiran lebih tenang. “Dengan begini, lama kelamaan hidupnya akan seimbang. Yang tadinya grasak grusuk akan menjadi tenang,” katanya.
Selain itu, baginya, yoga membuat pola hidupnya menjadi lebih baik setelah mengena yoga. Dengan begini, tubuh menjadi lebih sehat.
Selain Anna, ada juga ibu empat anak, Hasna Firdaus, yang menjadi penggiat Yoga. Hasna sudah menggeluti yoga dari lima tahun lalu. “Karena saya suka olahraga tapi kurang suka olahraga yang ramai-ramai gitu. Lebih cenderung yang seperti yoga ini. Ini cocok banget sama saya, saya pernah mencoba kayak aerobik atau zumba tapi nggak cocok, karena saya nggak suka yang hingar bingar. Kalau yoga kan lebih silent dan nggak begitu berisik,” cerita Hasna.
“Dulu gampang banget capek, badan juga keliatan fleksibilitasnya kurang, setelah mengikuti yoga jadi napasnya lebih panjang, ke badan juga enak dan lebih ringan. Banyak yang berpikir yoga itu lebih condong ke satu agama tertentu, kalau saya lebih melihat ke manfaat olahraganya aja,” kata perempuan yang tinggal di perumahan Citra Gading, Cipocokjaya ini.
Instruktur Yoga Club Sehat Fatimah, Sri Andayani mengatakan, yoga berkembang pesat di Serang dan Cilegon dan semakin banyak guru yoga yang bermunculan. Dengan begini memunculkan guru yoga yang berkompeten baik dan benar.
“Saat ini, yoga menjadi lifestyle masyarakat sehari-hari dan tidak perlu jauh-jauh ke Tangerang,” katanya.
Menurutnya, yoga memberikan banyak manfaat bagi kehidupan sehari-hari, salah satunya tidur berkualitas. Selain itu, bisa menguatkan otot tulang, menguatkan otot lutut, dan mengencangkan area seksual. “Manfaatnya banyak sekali dan bisa membuat wanita terlihat lebih cantik,” tuturnya.
Salah satu anggota, Tati mengaku, sejak tiga tahun lalu menekuni yoga dan memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari terutama fleksibilitas tubuh dan baik untuk pernafasan. “Yoga juga membuat aliran menjadi lebih baik,” katanya. (hellen-zetizen-skn/zee)








