LEBAK – Kebakaran rumah toko (ruko) di Pasar Simpang Utara, Desa Sukamanah, Kecamatan Malingping, Lebak, Kamis (7/3) dini hari mengakibatkan satu keluarga meninggal. Deby Irawan dan istrinya, Putri Ayu, serta dua anaknya, Regan dan Kanaya Putri, meninggal karena menghirup asap CO2 .
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanitreskrim) Polsek Malingping Ipda Aminarto yang ditemui wartawan lokasi kebakaran menjelaskan, polisi menerima laporan kebakaran sekira pukul 24.00 WIB. Mereka langsung ke TKP dan menghubungi mobil damkar. Di lokasi, warga dan pemadam kebakaran kesulitan memadamkan api, karena rolling door terkunci dari dalam. Untuk itu, warga mendobrak rolling door ruko tersebut agar petugas damkar dan warga bisa melakukan upaya pemadaman.
“Kami menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa satu keluarga yang tewas akibat kebakaran. Dugaan sementara, korban tewas setelah menghirup asap CO2,” kata Aminarto.
Tim identifikasi dari Polres Lebak sudah ke lokasi. Namun perintah dari Kasatreskrim Polres Lebak, TKP kebakaran yang telah diberi garis polisi agar disterilkan karena tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri akan turun langsung untuk menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di ruko tersebut.
“Penyebab kebakaran masih kita selidiki. Kita sedang menunggu tim Labfor Mabes Polri yang akan turun ke TKP,” ujarnya.
Ditanya terkait proses evakuasi korban, Aminarto menyatakan, polisi dibantu warga dan petugas damkar melakukan evakuasi korban ke RSUD Malingping. Di rumah sakit, pasangan suami istri dan dua anaknya tersebut dinyatakan meninggal dunia.
“Dua korban ditemukan di kamar mandi. Sedangkan dua korban lagi ditemukan di kamar tidur,” ungkapnya.
Pukul 10.30 WIB, keempat korban di makamkan di permakaman keluarga di Kampung Bolang, Desa Bolang, Kecamatan Malingping. Keempatnya disalatkan di Masjid Nurul Ikhlas, kurang lebih 50 meter dari rumah orangtua Putri Ayu.
Ade Suherman, orangtua almarhumah Putri Ayu, mengaku menerima kabar ruko anaknya kebakaran sekira pukul 1.30 WIB. “Saya kaget dan syok mendengar kabar ruko anak saya terbakar. Saya enggak nyangka, karena tidak ada firasat apapun sebelumnya,” ungkapnya. (Mastur)
BACA selengkapnya di koran Radar Banten atau versi digital di epaper.radarbanten.co.id. Saksikan juga di Banten Raya TV pada program SELAMAT PAGI BANTEN (07.00 WIB), BANTEN SIANG (13.00 WIB), BANTEN PETANG (17.00 WIB) dan BANTEN MALAM (21.00 WIB) di channel 50 UHF/702 MHz, atau melalui streaming www.barayatv.com/live.









