CILEGON – Walikota Cilegon Edi Ariadi meminta kafilah Cilegon tidak walk out (WO) atau mengundurkan dari perhelatan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) XVI tingkat Provinsi Banten. Ia meminta agar kafilah fokus meraih target masuk tiga besar pada event syiar agama Islam yang digelar di Kota Tangerang pada 25-29 Maret 2019.
Menurut Edi, saat ini pembinaan qori-qoriah Kota Cilegon sudah mengalami peningkatan. Kafilah Cilegon konsisten membina putra-putri terbaik Kota Cilegon. “Mudah-mudahan tetap lah, jangan WO seperti beberapa tahun lalu,” ujar Edi pada acara Pembinaan Kafilah Kota
Cilegon yang digelar di ruang pertemuan Hotel Mangku Putra Kota Cilegon, Jumat (8/3).
Pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah itu mengatakan, dalam gelaran tahun 2019 ini pihaknya menargetkan masuk tiga besar. Pemkot Cilegon berencana memberikan
bonus umrah bagi pemenang juara pertama. “Kalau target masangnya juara umum. Minimal masuk tiga besar. Juara satu umrah,” terangnya.
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Cilegon Abdullah Syarief mengatakan, MTQ tingkat Banten akan mengikutsertakan 60 qori qoriah berdasarkan seleksi pada gelaran MTQ
tingkat Kota Cilegon. “Dari 62 peserta yang disediakan panitia, hanya mengirimkan 60. Dua lainnya yaitu tidak memenuhi pada mata lomba tafsir bahasa Arab golongan lutri, dan tafsir bahasa Inggris golongan putra,” terangnya.
Abdullah mengungkapkan, pendamping kafilah yakni 20 pembina dan 22 ofisial. Rekrutmen peserta MTQ diambil dari juara I di tingkat Kota Cilegon. “Semuanya diambil dari juara I peserta MTQ tingkat Kota Cilegon. Ya target kita masuk tiga besar, tidak seperti tahun lalu,” katanya.(Fauzan Dardiri)








