PARIS – Manchester United bisa dibilang tak terlalu bersusah payah menciptakan peluang saat melawan Paris Saint-Germain. PSG dengan ‘murah hati’ memberikannya. Setan Merah, julukan MU, menang dramatis 3-1 atas PSG di Parc des Princes, Kamis (7/3) dinihari WIB, pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Kemenangan itu meloloskan The Red Devils ke perempat final berkat gol tandang, dengan agregat sama kuat 3-3. Namun, MU punya kelebihan agresivitas gol. Kemenangan MU tak terlepas dari kemurahan hati PSG. Seluruh tiga gol mereka tercipta berkat kesalahan pemain tuan rumah.
Pada gol pertama MU yang dicetak Romelu Lukaku di menit kedua. Thilo Kehrer ceroboh saat mengumpan di pertahanan sendiri. Umpannya ke Thiago Silva diserobot Lukaku yang lantas melewati Gianluigi Buffon dan menceploskan bola ke dalam gawang kosong.
Pada gol kedua Lukaku di menit ke-30, yang membuat skor jadi 2-1 setelah PSG menyamakan lewat Juan Bernat, giliran Buffon yang membuat eror. Dia gagal menangkap bola tembakan Marcus Rashford, bola luar dicocor Lukaku di depan gawang.
Sementara gol ketiga MU yang berasal dari titik penalti, bermula dari hand ball Presnel Kimpembe. Kimpembe memang tak secara eksplisit sengaja menyentuh bola dengan tangan. Namun bagaimanapun upayanya menghalau bola berujung gol Marcus Rashford.
Secara keseluruhan, MU di laga ini hanya menguasai bola sebesar 32 persen seperti dilansir situs resmi UEFA. Tim besutan Ole Gunnar Solskjaer itu cuma melepaskan lima tembakan, tapi empat mengarah ke gawang dan berujung tiga gol.
Adapun PSG yang mendominasi melepaskan 11 tembakan. Mereka juga punya empat peluang on target. Namun, hanya mendapatkan satu gol plus. Gagal tampil garang di depan, PSG pada akhirnya malah dihukum kesalahan-kesalahannya sendiri.
MU mencatatkan comeback bersejarah. Mengawali laga tertinggal agregat 0-2, MU lolos berkat gol tandang. Kekalahan 0-2 di Old Trafford membuat mereka mesti menang dengan selisih lebih besar, atau dengan selisih yang sama (2 gol) selama mencetak tiga gol/lebih.
Sebelum laga, Ole Gunnar Solskjaer menegaskan pentingnya gol cepat lalu membendung PSG hingga 30 menit tersisa. Dan, MU berhasil mendapatkannya lewat Romelu Lukaku, kendati PSG merespons dengan cepat lewat Juan Bernat di menit ke-12. Namun, Lukaku menghidupkan kembali peluang Setan Merah dengan gol di menit ke-30.
Nyatanya semesta mendukung MU. Di menit ke-90, sebuah sepakan dari Diogo Dalot membentur Presnel Kimpembe dan awalnya diputuskan sebagai sepak pojok. Di sini video assistant referee (VAR) mengambil perannya. Dari rekaman video, wasit menilai terjadi hand ball dan mengubah keputusannya. (dtc/RBG)









