slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pakistan

Redaksi by Redaksi
25-03-2019 09:25:51
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Pakistan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Pertanyaan pertama saya adalah: di mana bisa beli kartu telepon lokal. Saat saya baru mendarat di bandara Lahore. Jumat pagi lalu.

“Setelah pintu keluar bagasi,” jawab petugas bandara.

Baca Juga :

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Ok. Berarti lebih mudah dari di Beirut dulu. Yang saya harus ke kota dulu. Cari kios penjual SIM card.

Ruang penjual kartu telepon ini sebenarnya besar sekali. Tapi penuh dengan benda berserakan. Termasuk kursi-kursi tidak terawat.

Saya tidak pilih-pilih. Diberi SIM card Ufone. Terbesar dari lima perusahaan telkom yang ada di Pakistan. Saya kemukakan kebutuhan komunikasi saya: lebih banyak data dari bicara. Saya minta paket yang terbesar.

Saya diberi 2 GB. Untuk keperluan satu minggu. Saya ragu. Apakah bisa pulang dalam waktu satu minggu. Saya pun minta tambahan 1 GB lagi. Ternyata tidak bisa top up di situ. Saya diberi SIM lain lagi. Yang berisi 1 GB.

Saya copot kartu Amerika saya. Saya ganti dengan Ufone. Kartu Indonesia tetap ada di dalam. HP saya memang bisa untuk dua kartu.

Hanya saja kartu Indonesia ya saya off-kan. Untuk menghindari roaming internasional. Toh isinya nanti hanya akan lebih banyak hasutan. Dari dua kubu.

Begitu saya on-kan tidak ada tanda sinyal. “Kok tidak bisa berfungsi?“ tanya saya.

“Tunggu satu jam. Maksimum 2 jam,” katanya.

Ya sudah.

Tiba-tiba saja ia juga memilihkan saya hotel. Dan sopir. Saya memang tidak mau dijemput teman. Masih terlalu pagi. Saya tahu banyak orang Pakistan bangunnya siang. Seperti di dunia Arab. Atau di Spanyol.

Sopir pun langsung siap di situ. “Saya antarkan ke hotel yang bagus dan murah,” kata sopir itu. Bahasa Inggrisnya cukup bagus.”Tapi kalau pilihan Anda tidak baik saya tidak mau,” kata saya.

“No problem,” katanya.

Ternyata saya dibawa ke hotel yang jelek sekali.

Dalam perjalanan ke hotel ini ia merasa heran. Ternyata ada orang Indonesia yang bisa berbahasa Inggris.

“Hotel ini baik sekali. Lihat dululah kamarnya,” katanya. Agak ngotot.

Tapi saya juga ngotot. Dari luar saja sudah kelihatan kelasnya. Akhirnya saya unjuk gigi.

“Bawa saya ke hotel yang terbaik di Lahore,” kata saya. “Kalau perlu yang bintang sembilan.”

Dia heran. Orang seperti ini minta hotel terbaik. Saya pun mogok bicara. Diam. Ia ngomong apa pun tidak saya jawab.

Mungkin ia ngambek juga. Saya benar-benar dibawa ke hotel yang paling mahal. “Itu nanti mahal sekali. Apakah Anda kuat bayar?” katanya.

Saya tetap diam.

Ternyata saya dibawa ke penjara. Ke sebuah bangunan yang temboknya tinggi. Kusam. Kaku. Di atas tembok itu ada lilitan kawat berduri. Di balik tembok itu tidak terlihat bangunan pencakar langit. Yang bisa saya tafsirkan sebagai hotel termahal. Di atas tembok itu juga ada pos penjagaan. Persis di pojok-pojok penjara. Dengan penjaga bersenjata.

Ia berhenti di situ.

“Ini kan penjara,” kata saya. Setelah lama memaku. Saya tidak mau turun dari mobil.

“Ini hotelnya,” jawabnya.

Saya celingukan. Tidak lama kemudian pintu besi itu terbuka. Portalnya berlapis. Banyak seperti tentara bersiaga. Ada delapan orang. Sebagian bersenjata berat.

Ternyata benar. Ini hotelnya.

Saya pun sadar. Ini kan Pakistan. Yang pengamanan untuk fasilitas vital harus ekstra.

Mobil pun diperiksa dengan teliti. Kap mesinnya dibuka. Apalagi bagasinya. Pun surat-surat diperiksa.

Tapi mana lobby-nya? Saya begitu sulit mengenali mana pintu depannya. Sekeliling bangunan seperti pintu belakang semua. Saya pun ditunjukkan pintu masuknya. Kusam. Tertutup.

Di balik pintu itu pemeriksaan berlapis lagi. Lalu saya diminta memasuki lorong berbelok. Terlihatlah dari jauh lobi hotel itu.Ups.

Beda sekali dengan penampakan luarnya.

Bagian dalam hotel ini saya setuju: mewah sekali.

Tapi saya belum sempat booking. Belum punya internet untuk pesan lewat online. Saya lihat jam. Sudah lebih satu jam dari saat meninggalkan airport. Mestinya Ufone saya sudah berfungsi.

Saya cek HP. Ternyata Ufone saya belum ‘on’. Saya duduk di lobi hotel mewah itu. Menunggu Ufone. Saya ingat kata-kata penjual kartu SIM tadi: maksimum dua jam.

Saya harus sedikit bersabar. Toh bisa sambil lihat-lihat seisi lobby. Ada mobil mewah kuno: Cadillac. Tahunnya 1932. Tamu yang lain juga melihat mobil itu.

“Ni hao,” sapa saya. Dijawab juga: ni hao.

Kami bercakap akrab dalam bahasa Mandarin. Mereka anak-anak muda dari Guangzhou. Datang ke Pakistan lewat Qatar. Tidak ada lagi penerbangan langsung dari Guangzhou ke Pakistan. Yang ada lewat Xinjiang. Berarti, memang lebih dekat lewat Qatar. Meski sama-sama muter.

Dua jam sudah. Maksimum sudah. Ufone saya belum juga ‘on’. Saya keluar hotel. Cari sopir tadi. Agar menghubungi temannya yang jual kartu di bandara. Jawabnya: suruh tunggu lagi satu jam. Maksimum dua jam. Saya balik ke lobby. Pinjam wifi hotel. Ternyata mudah. Tanpa password pula. Semua yang berada di lobi bisa akses internet.

Saya pun siap pesan hotel itu. Lewat online.

Kenapa tidak pesan kamar lewat petugas check-in di lobi itu saja? Saya sudah hafal: pasti diminta juga pesan lewat online. Tarif go show sangat mahal. Lebih mahal.

Ternyata hotel itu penuh. Tidak ada lagi kamar.

Tapi wifi hotel itu membuat saya bisa cari hotel lainnya. Dapat kamar. Tapi agak jauh.No problem. Sambil muter lihat-lihat kota Lahore. Siapa tahu Ufone saya ‘on’ di perjalanan.

Dua kali saya mampir toko HP. Tidak bisa mengatasi persoalan Ufone saya. Mulai sebel. Saya pun minta diantar ke toko resmi Ufone. Saya jelaskan kronologinya. Bukan beli di pasar gelap. Ini kartu resmi. Pakai paspor. Pakai sidik jari. Petugas Ufone pun membuka laptop. Pencet sana-sini. Ternyata kartu saya tidak bisa dipakai.

Ya sudah. Sudah waktunya salat Jumat. Tidak cukup waktu lagi untuk berkilah.

Saya juga harus segera ke Islamabad. Ibukota Pakistan. Besok paginya ada perayaan hari kemerdekaan Pakistan.

Saya putuskan untuk tidak beli kartu lagi. Saya akan coba menahan diri: hanya pakai HP kalau ada wifi. Misalnya di hotel.

Sesekali zuhud HP. Kapan lagi kalau tidak di Pakistan ini.(dahlan iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Sudah Empat Kali Indonesia Gagal ke Piala Asia U-23

Next Post

Kontra Espanyol, Barcelona Terancam Tanpa Trio MSD

Related Posts

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru
Berita Utama

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

by Bayu Mulyana
Kamis, 4 Juni 2026 20:12

SURABAYA – Harian Disway segera memiliki gedung kantor baru. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ketabang Kali, tepat di belakang...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Next Post
Kontra Espanyol, Barcelona Terancam Tanpa Trio MSD

Kontra Espanyol, Barcelona Terancam Tanpa Trio MSD

Pembekalan Zetizen Icon Radar Banten 2019, Wuih

Pembekalan Zetizen Icon Radar Banten 2019, Wuih

Bumi Pasirkuntul, Perumahan Dekat Pasar Pandeglang

Bumi Pasirkuntul, Perumahan Dekat Pasar Pandeglang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Polresta Serang Kota Gelar Lomba Burung Berkicau Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 80

Minggu, 7 Juni 2026 20:41
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Meriahkan Fun Walk Radar Banten

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Meriahkan Fun Walk Radar Banten

Minggu, 7 Juni 2026 18:34
KSPN Nikomas Meriahkan Fun Walk Radar Banten 2026

KSPN Nikomas Meriahkan Fun Walk Radar Banten 2026

Minggu, 7 Juni 2026 18:01
Pengedar Tembakau Gorila di Mancak Serang Diamankan Polisi

Pengedar Tembakau Gorila di Mancak Serang Diamankan Polisi

Minggu, 7 Juni 2026 17:33
Polres Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Tunjungteja Serang

Polres Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Tunjungteja Serang

Minggu, 7 Juni 2026 17:13
Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan Merah Putih Bayah

Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan Merah Putih Bayah

Minggu, 7 Juni 2026 17:11

Polresta Serang Kota Gelar Lomba Burung Berkicau Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 80

Minggu, 7 Juni 2026 20:41
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Meriahkan Fun Walk Radar Banten

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Meriahkan Fun Walk Radar Banten

Minggu, 7 Juni 2026 18:34
KSPN Nikomas Meriahkan Fun Walk Radar Banten 2026

KSPN Nikomas Meriahkan Fun Walk Radar Banten 2026

Minggu, 7 Juni 2026 18:01
Pengedar Tembakau Gorila di Mancak Serang Diamankan Polisi

Pengedar Tembakau Gorila di Mancak Serang Diamankan Polisi

Minggu, 7 Juni 2026 17:33
Polres Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Tunjungteja Serang

Polres Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Tunjungteja Serang

Minggu, 7 Juni 2026 17:13
Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan Merah Putih Bayah

Satbrimob Polda Banten Revitalisasi Jembatan Merah Putih Bayah

Minggu, 7 Juni 2026 17:11

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Polresta Serang Kota Gelar Lomba Burung Berkicau Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 80

by Andre Adisas Putra
Minggu, 7 Juni 2026 20:41

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria secara resmi...

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Meriahkan Fun Walk Radar Banten

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah Meriahkan Fun Walk Radar Banten

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 7 Juni 2026 18:34

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, ikut memeriahkan kegiatan Fun Walk 2026 yang menjadi rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak