• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Uncategorized

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Serang Kota Penghasil Guru

Aas Arbi by Aas Arbi
Minggu, 7 April 2019 16:24
in Uncategorized
Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Serang Kota Penghasil Guru

Normaal School di Serang berdiri 1910. Gedung sekolah pendidikan calon guru ini, kini difungsikan sebagai Makorem 064/ Maulana Yusuf, di Cimuncang, Kota Serang, sejak 17 Mei 1966. Foto: REPRO BUKU DATA BASE BPCB SERANG

Di pusat Pemerintahan Kota Serang dulu, pemerintah Kolonial Belanda pun membuka sekolah pengajaran bernama Normaal School voor Hulp Onderwijzer. Dari sini, banyak dihasilkan guru-guru mumpuni.

KEN SUPRIYONO – Serang

RelatedPosts

Lengkong Wetan

Jalan Kawasan Perkantoran Lengkong Wetan Tangsel Jadi Tempat Nongkrong ABG, Dipadati Motor dan PKL

Minggu, 18 Oktober 2026 13:52
Bantuan Korban Penusukan Cilegon

Wali Kota Cilegon Bantu Korban Penusukan, Tunggakan RS Masih Rp70 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 14:05
BPKP Evaluasi SPIP Kantah Kabupaten Tangerang untuk Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas

BPKP Evaluasi SPIP Kantah Kabupaten Tangerang untuk Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas

Jumat, 9 Oktober 2026 07:46
Hadiah umroh Bupati Kabupaten Lebak

Taat Pajak, Dua Warga Kabupaten Serang Dapat Hadiah Umrah

Senin, 28 September 2026 19:30

Tepat pukul 09.30 WIB. Sirene di Stasiun Kereta Api Serang berbunyi. Tanda tibanya kereta api dari Batavia, nama untuk DKI Jakarta pada masa kolonial.

Di antara keramaian penumpang, turun seorang pria Eropa. Tampangnya tinggi tegap. Pakainnya rapi, mengenakan jas hitam yang lengkap berdasi kupu-kupu.           

Ya, orang itu adalah guru bantu yang biasa diundang pemerintah untuk ikut mengajar di Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA). Sekolah pendidikan bagi calon pegawai-pegawai Bumiputra pada zaman Hindia Belanda. Juga mengajar bahasa di Normaal School voor Hulp Onderwijzer. Sekolah pendidikan untuk calon guru, yang resmi dibuka tahun 1910.

Dari stasiun menuju lokasi Normaal School cukup dekat. Hanya berjarak 1,9 kilometer atau butuh waktu tempuh sekira 10 menit. Gedung itu, tepat berdiri di Jalan Maulana Yusuf Nomor 9 Cimuncang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Kini, gedung yang banyak melahirkan pahlawan tanda jasa itu, difungsikan sebagai Markas Komando Resor Militer (Makorem) 064/Maulana Yusuf, sejak 17 Mei 1966.

Bangunan yang menghadap barat itu masih terawat baik. Dengan denah persegi panjang dan pola simetris jadi ciri khas. Hanya saja, ada beberapa bagian yang diubah, seperti pintu dan jendela yang diganti kaca. Juga lantainya yang menggunakan keramik dan tambahan ornamen batu alam.

Gedung itu kini dominan berwarna hijau, dengan terpampang tulisan ‘Gawe Kuta Baluwati Bata Kalawan Kawis’ di muka ruang utamanya. Ruang yang dari 1910 sampai 1927 dijadikan tempat para siswa Normaal School menempa pengetahuan.

Setidaknya, sebelas mata pelajaran harus mereka tamatkan. Mulai bahasa Melayu, bahasa Sunda/Jawa, menulis, berhitung, ilmu ukur, ilmu bumi, dan sejarah. Lalu, ilmu alam, menggambar, ilmu mendidik, hingga kecakapan bernyayi. “Lama studinya empat tahun, tiga tahun untuk pelajaran biasa dan satu tahun praktik mengajar,” kata Sejarawan Banten Mufti Ali.

Sampai 1862 sekolah pendidikan guru hanya ada tiga tempat. Tiga kota itu Surakarta, Majalengka, dan Tanobato. Namun, saat kebijakan politik etis mulai diberlakukan, jumlah sekolah mulai menjamur. Tahun 1907, ratusan sekolah di perdesaan mulai dibangun Pemerintah Kolonial. Bahkan, hingga 1913, di Banten telah tercatat sebanyak 136 sekolah desa. Sebarannya 70 di Serang, 60 di Pandeglang, dan 16 di Lebak. “Pendidikan yang semula dimonopoli untuk orang Eropa dan kelas elite, saat itu mulai dirasakan warga desa,” kata Mufti.

Pada buku Banten dan Pembaratan, Sejarah Sekolah 1833-1942 yang ditulis Mufti Ali, tercatat dokumen surat Kepala Sekolah Normaal School J.S Bakker tertanggal 4 Juni 1915. Ia meminta kepada Direktur Pendidikan dan Agama di Jakarta memberikan bantuan subsidi penyelanggaraan ujian calon guru bantu.

Dalam surat tersebut dijelaskan, berlangsung ujian untuk mendapatkan akta guru di Serang pada 8-9 Maret 1915. ada enam orang yang mengikuti ujian, yakni Atmojoyo, Jayadisastra, Martodijoyo, Nyi Supiah, Ratu Alimah, dan Tubagus Martadijaya.  “Semuanya berhasil mengikuti ujian dan mendapat sertifikat untuk mengajar,” kata dokter lulusan Leiden University Belanda itu.

Dalam perjalanannya, siswa Normaal School semakin banyak. Puncaknya pada 1931 yang mencapai 225 orang. Termasuk 30 siswa dari luar Kota Serang. Banyaknya siswa tidak sebanding dengan kapasitas kelas.

Gambaran itu, terekam dalam pemberitaan wartawan de Banten Bode. Koran lokal Banten itu menyebut, sebanyak 161 siswa kelas akhir sekolah calon guru kekurangan kelas. Akibatnya, para siswa harus berdesak-desakan. Padahal, siswa-siswa itu jelang ujian akhir yang menjadi prasyarat kelulusan. Suasana dan fasilitas yang ada terasa kurang memadai.

Berdirinya Normaal School yang tidak lepas dari pemberlakuan kebijakan etis, diutarakan Peneliti Banten Heritage Dadan Sujana. Politik etis yang mulai berlaku 1901 dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi. Salah satunya pendidikan yang berdampak pada pembangunan sekolah. “Sebelum berdiri sekolah yang ditujukan untuk mencetak pegawai-pegawai rendahan,” katanya.

Sejalan dengan tuntutan perubahan masyarakat pribumi, Pemerintah Belanda mulai meningkatkan mutu pendidikan. Sekaligus mendapatkan tenaga terdidik dari kalangan pribumi. Kata Dadan, diadakannya Normaal School tidak lepas dari adanya Kweenschool sebagai sekolah pendidikan tertua sejak awal abad ke-19.

Pada awalnya, sekolah ini adalah kursus yang didirikan pada sending dan missie. Kemudian, Pemerintah Hindia Belanda menyelenggarakan kursus bagi guru yang diberi nama Normaale Curcus yang dipersiapkan menghasilkan guru desa. “Normaal itu artinya pengajaran, kenapa sekarang dinamakan lain?” tanya Dadan. (Habis)

Tags: feature
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Raja Wei

Next Post

Uji Coba Teknologi LAA Hasilkan Download Speed 330 Mbps

Next Post
Uji Coba Teknologi LAA Hasilkan Download Speed 330 Mbps

Uji Coba Teknologi LAA Hasilkan Download Speed 330 Mbps

7 Unit Kopdes di Pandeglang Rusak, Diskoperindag Lapor Kementerian Koperasi

7 Unit Kopdes di Pandeglang Rusak, Diskoperindag Lapor Kementerian Koperasi

Minggu, 25 Oktober 2026 08:17
final French Open 2026

Malaysia Dominasi Final French Open 2026, Indonesia Sisakan Moch Zaki Ubaidillah

Minggu, 25 Oktober 2026 13:39
Polres Pandeglang Gelar Operasi Patuh Maung 2026, Sasar 6 Pelanggaran

Polres Pandeglang Gelar Operasi Patuh Maung 2026, Sasar 6 Pelanggaran

Minggu, 25 Oktober 2026 08:55
Aktivis Pinta Pemerintah Pastikan Jadwal Pelaksanaan Pilkades

Aktivis Pinta Pemerintah Pastikan Jadwal Pelaksanaan Pilkades

Minggu, 25 Oktober 2026 10:36
direksi BUMD Banten

Dimyati Peringatkan Direksi BUMD Banten: Kerja Tak Benar, Cukup Satu Tahun

Sabtu, 24 Oktober 2026 14:40
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Prakiraan Cuaca Banten, Senin, 26 Oktober 2026: Lebak Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca Banten, Senin, 26 Oktober 2026: Lebak Berpotensi Hujan

by Nahrul Muhilmi
Senin, 26 Oktober 2026 06:18
0

Ilustrasi kondisi cuaca di wilayah Banten. (Foto: Pixabay)

PMI ilegal Kabupaten Serang

Disnakertrans Kabupaten Serang Siapkan Regulasi untuk Cegah PMI Ilegal

by Ahmad Rizal Ramdhani
Minggu, 25 Oktober 2026 19:03
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang menyiapkan regulasi untuk mencegah masyarakat berangkat menjadi Pekerja Migran...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.