• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Uncategorized

Raja Wei

Aas Arbi by Aas Arbi
Minggu, 7 April 2019 09:47
in Uncategorized
Raja Wei

Kapal pembersih sungai di Chengdu.

Oleh : Dahlan Iskan

Tiba di kota Chengdu pun saya naik Cao Cao. Rabu kemarin. Ingin tahu bedanya dengan yang di Tianjin.

RelatedPosts

Lengkong Wetan

Jalan Kawasan Perkantoran Lengkong Wetan Tangsel Jadi Tempat Nongkrong ABG, Dipadati Motor dan PKL

Minggu, 18 Oktober 2026 13:52
Bantuan Korban Penusukan Cilegon

Wali Kota Cilegon Bantu Korban Penusukan, Tunggakan RS Masih Rp70 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 14:05
BPKP Evaluasi SPIP Kantah Kabupaten Tangerang untuk Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas

BPKP Evaluasi SPIP Kantah Kabupaten Tangerang untuk Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas

Jumat, 9 Oktober 2026 07:46
Hadiah umroh Bupati Kabupaten Lebak

Taat Pajak, Dua Warga Kabupaten Serang Dapat Hadiah Umrah

Senin, 28 September 2026 19:30

Ternyata sama. Tentu saja. Sama-sama taksi aplikasi. Sama-sama mobilnya: mobil listrik. Dari pabrik yang sama: Geely. Merk mobilnya pun sama: Emgrand EV.

Bedanya sopir yang di Chengdu pakai jas dan dasi. “Ini peraturan dari perusahaan,” ujar Pak Li, sopir yang membawa saya. 

Bedanya lagi di waktu musim salju. Di Tianjin banyak salju. Di Chengdu jarang ada salju. Bagi mobil listrik ternyata ‘salju’ itu menjadi pembeda. “Di musim salju bisa lebih hemat 20 persen,” ujar Pak Li. Sopir Cao Cao di Tianjin.

Sudah dua kali Pak Li mengalami musim salju. Dua bulan lalu dan tahun sebelumnya. “Di musim salju kami tidak perlu menghidupkan AC,” ujar Pak Li. “Memang kami harus menghidupkan pemanas. Tapi tidak banyak makan baterai,” tambahnya. 

Penghematan seperti itu tidak pernah dinikmati Pak Chen. Sopir Cao Cao di Chengdu. Hanya saja Pak Chen juga punya kelebihan: bisa charging di tempat umum tanpa tersiksa dingin.

Hanya itulah satu-satunya kelemahan mobil listrik di daerah salju. Itu pun bagi yang tidak bisa charging di rumah.

Kenapa tidak charging di rumah saja?

“Rumah saya kecil. Tidak punya tempat parkir,” ujar Pak Wang.

Padahal kalau bisa charging di rumah penghematanya lebih-lebih lagi. Tidak sampai separo charging di tempat umum. Yang tarif listriknya komersial. Yang bila pagi hari listriknya lebih mahal lagi. 

Pun sudah mahal begitu baru seperempat biaya bensin. Tapi kalau bisa di-chargingdi rumah luar biasa lagi hematnya. Tidak sampai 10 persennya bensin.

Memang kalau charging di tempat umum bisa cepat. Satu jam sudah kembali penuh. Kapasitas listriknya besar. Sedang di rumah harus menyesuaikan dengan meteran yang sudah ada.

Hanya sedikit sopir Cao Cao yang mampu charging di rumah. Hanya 20 persen dari jumlah seluruh sopir Cao Cao. 

“Memang kalau charging-nya di rumah perlu 8 jam. Tapi gak ada masalah. Kan kami tinggal tidur,” ujar Pak Li. “Pagi hari sudah penuh. Cukup untuk sampai naksinya selesai,” tambahnya.

Pak Li berangkat Cao Cao jam 6 pagi. Pulangnya jam 6 sore. Untuk 12 jam seperti itu biasanya masih tersisa 50 km lagi. Menurut pengalaman mereka setiap satu jam menghabiskan baterai setara jarak 20 km.

DI’s Way memotret sepeda-sepeda milik orang dewasa yang ditaruh begitu saja
di Kota Chengdu.

Memang saya tidak menyangka Geely bisa secepat ini. Dalam menemukan teknologi jarak tempuh. Tiga tahun lalu baterai Geely baru bisa untuk 150 km. Dua tahun lalu meningkat menjadi 200 km. Kini sudah 300 km. Sudah hampir sama dengan Tesla. Yang pernah saya beli itu. 

Maka bisa diproyeksikan bagaimana dua tahun lagi. Jangan-jangan sudah bisa 500 km. 

Kalau itu tercapai saat itulah mobil listrik benar-benar jadi kebutuhan hidup. Di negeri sana. Bukan di negeri lainnya.

Taktik marketing Geely mulai ada hasilnya. Lewat pendirian Cao Cao itu. Kini pemilik mobil yang gabung ke Didi pun sudah berubah. Sudah ada yang berganti ke Emgrand EV.

Toh Didi (baca: titi) tidak mempersoalkan. Apakah mobil Anda bensin atau listrik. Yang penting Anda menggunakan aplikasi Didi.

Harga Emgrand EV sekitar Rp 300 juta. Tidak banyak beda dengan mobil bensin di kelasnya. Pendapatan dari ikut aplikasi Didi sama besarnya. Tapi biaya bahan bakarnya lima kali lebih murah. 

Penciptaan Cao Cao ini bolehlah. 

Bahkan menemukan nama Cao Cao itu pun luar biasa.

Semua orang Tiongkok tahu Cao Cao. Ia adalah beliau: raja hebat dari kerajaan Wei. Berkuasa antara tahun 216 sampai 220. 

Sebelum itu pun Cao Cao sudah dikenal sebagai jendral perang yang tangguh. Jagoan. Khususnya di pertempuran tiga negara, San Guo. Yang oleh orang Hokkian disebut Samkok. 

Cao Cao meninggal tanggal 15 Maret tahun 220. Makamnya ditemukan oleh penggali tanah. Untuk dibuat batu bata. Di tahun 2009. Di pedesaan di Louyang, provinsi Henan.

Ada beberapa rangka di galian itu. Salah satunya adalah wanita. Kemungkinan besar itu adalah isteri Cao Cao. Tapi istri yang mana?

Bukankah sejarah menyebutkan istri Raja CaoCao 12? Itu pun baru setidaknya. 

Pun sampai sekarang. Masih banyak sandiwara dengan lakon Cao Cao. Saking terkenalnya raja ini. 

Jangankan Cao Cao-nya sendiri. Panglima perangnya saja sudah terkenal. Namanya: Jendral Kwang Kong. Yang patungnya begitu dipuja. Pun di kelenteng-kelenteng di Indonesia. 

Tapi yang paling membuat Raja Cao Cao melegenda adalah ini: jangan sebut namanya. Begitu orang menyebut nama Cao Cao tiba-tiba saja ia sudah ada di dekat orang itu.

Kisah pemunculan tiba-tiba itu begitu melekat pada kehebatan Cao Cao. 

Maka saat kami masih di loby hotel saya minta dengan sangat pada teman saya: jangan dulu buka aplikasi Cao Cao. 

Takut saya: tiba-tiba ada mobil listrik di loby itu.(dahlan iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tour d’Baduy 2019: Nyerah di Tanjakan Langit, Tidur Tak Digigit Nyamuk

Next Post

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Serang Kota Penghasil Guru

Next Post
Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Serang Kota Penghasil Guru

Potret Pendidikan Masa Kolonial di Serang: Serang Kota Penghasil Guru

7 Unit Kopdes di Pandeglang Rusak, Diskoperindag Lapor Kementerian Koperasi

7 Unit Kopdes di Pandeglang Rusak, Diskoperindag Lapor Kementerian Koperasi

Minggu, 25 Oktober 2026 08:17
Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Rifa Imaroh dari Tirtayasa Masuk 10 Besar Finalis SATU Indonesia Awards 2026

Senin, 26 Oktober 2026 11:38
final French Open 2026

Malaysia Dominasi Final French Open 2026, Indonesia Sisakan Moch Zaki Ubaidillah

Minggu, 25 Oktober 2026 13:39
Polres Pandeglang Gelar Operasi Patuh Maung 2026, Sasar 6 Pelanggaran

Polres Pandeglang Gelar Operasi Patuh Maung 2026, Sasar 6 Pelanggaran

Minggu, 25 Oktober 2026 08:55
Gelar Musancab Ke 10, PPP Kabupaten Serang Ditargetkan Raih 5 Kursi

Gelar Musancab Ke 10, PPP Kabupaten Serang Ditargetkan Raih 5 Kursi

Minggu, 25 Oktober 2026 12:10
Aktivis Pinta Pemerintah Pastikan Jadwal Pelaksanaan Pilkades

Aktivis Pinta Pemerintah Pastikan Jadwal Pelaksanaan Pilkades

Minggu, 25 Oktober 2026 10:36
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Dosen Perikanan Untirta

Dosen Perikanan Untirta Dorong Efisiensi Budidaya Udang Vaname

by Eko Fajar
Senin, 26 Oktober 2026 13:58
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar kegiatan Bina Desa berupa diseminasi...

kongres viii pokja banten

Khaerul Anwar dan Muhammad Jejen Nahkodai Pokja Wartawan Banten Periode 2026-2029

by Yusuf Permana
Senin, 26 Oktober 2026 13:51
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Khaerul Anwar dan Muhammad Jejen terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pokja Wartawan Harian dan Elektronik...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.