slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Snow Man

Redaksi by Redaksi
20-04-2019 09:09:28
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Snow Man
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Jam tiga pagi telepon berdering. Yang ditelpon tidak mengeluh. “Ini pasti darurat,” katanya dalam hati.

Benar.

Baca Juga :

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Ada orang yang terjebak di dalam gua bawah air. Seperti di ‘gua celeng’ Thailand tahun lalu.

Kali ini guanya ada di pedalaman Amerika Serikat. Di perbatasan antara negara bagian Tennessee dan Indiana. Di kiri jalan yang menghubungkan kota Nashville dan Evanville. Yang saya sering melewatinya.

Edd Sorenson tidak kaget mendapat telepon pada jam segitu. Sudah sering. Setidaknya sudah lima kali. Hanya saja ia sedih. “Setiap kali masuk gua orang yang saya selamatkan sudah meninggal,” ujarnya seperti ditulis New York Times Kamis kemarin. “Bukan pekerjaan menyenangkan memasukkan mayat ke dalam kantong plastik,” tambahnya.

Itu berbeda dengan drama di gua celeng di perbatasan Thailand. Yang menjebak 12 remaja pemain bola. Yang semuanya selamat. Berkat penyelamatan yang dilakukan penyelam Inggris, Josh Bratchley. Dengan sambutan gegap gempita.

Josh Bratchleyon penyelam asal Inggris yang pernah menyelamatkan 12 remaja
pemain bola yang terjebak di “gua celeng” di Thailand. (Smh.com.au)
Foto atas: Edd Sorenson (sidemountrebreather.com)

Selesai menerima telepon itu Edd Sorenson bergegas memesan tiket pesawat. Untuk jurusan Miami-Nashville. Sorenson memang orang Florida. Dari kota Miami perlu terbang 1,5 jam ke Nashville.

Sorenson harus mengejar penerbangan terpagi. Tidak mau kehilangan waktu. Harus cepat. Kali ini ia tidak mau terulang: yang diselamatkan sudah meninggal.

Di Bandara Nashville, Sorenson minta disiapkan helikopter. Tidak mau kehilangan waktu sedikit pun.

Orang yang terjebak itu harus selamat. Harus. Orang itu terlalu banyak jasanya. Orang itu adalah yuniornya sendiri. Yang lebih hebat dari ia sendiri. 

Orang yang terjebak itu adalah: Josh Bratchley!

Ia adalah si penyelamat 12 celeng remaja Thailand itu. Penyelam terkemuka dunia itu. Yang jadi pahlawan besar di gua celeng itu.

Sebelum tengah hari Sorenson sudah tiba di lokasi. Umurnya sudah 60 tahun. Ratusan penonton mengharap kepahlawanannya. 

Sorenson pun siap-siap masuk air. Yang mengenang di mulut gua. Ia membawa kantong udara cadangan. Untuk Josh Bratchley yang akan diselamatkan. Siapa tahu masih hidup.

Gua ini sangat sempit. Namanya: Mill Pond Cave. Panjangnya 132 meter.

Mill Pond Cave (BBC.com)

Tinggi lubang gua ini hanya 45 cm. Begitu masuk harus membuat posisi renang. Tidak bisa jongkok. Sedikit pun. Apalagi berdiri.

Jarak 132 meter itu harus dilalui dengan hati-hati. Agar air tidak kian keruh. Lumpur kapur di gua itu bisa membuat air keruh. Bisa menggagalkan upaya penyelamatan.

Pelan-pelan dan hati-hati. Juga agar tabung udara yang di punggungnya tidak cepat habis terisap.

Setengah jam kemudian Sorenson sudah bisa melihat orang yang diselamatkan. Sorenson memang selalu menyempatkan melihat ke permukaan air. Kalau lagi ada permukaannya. Siapa tahu melihat Josh dalam posisi terapung.

Ternyata Josh terlihat dalam posisi bersandar ke batu. Dengan wujud seperti manusia salju. Putih semua. Terbalut lumpur kapur.

Josh terlihat tenang, kalem dan hidup. Begitulah penyelam. Tidak boleh terlihat gembira. Pun di saat mestinya sangat happy seperti itu. Kegembiraan hanya akan menguras oxygen.

Saat melihat ada orang mendekat Josh hanya bertanya lirih: siapa Anda. Tidak ada lagi dialog. Mereka sudah saling mengenal. Mereka juga tahu apa yang harus dilakukan. Banyak bicara justru membahayakan. Menghabiskan waktu dan oxygen. 

Kurang satu jam kemudian Josh sudah berhasil dibawa keluar. Setelah lebih 24 jam terjebak di dalamnya. Tanpa air dan makanan.

Upaya penyelamatan sebenarnya sudah dicoba sebelumnya. Oleh penyelam lain. Tapi gagal. Akhirnya ditelponlah 911. Yang lantas menghubungi Sorenson jam tiga dinihari itu. 

Josh sendiri sebenarnya berempat masuk gua. Tapi terpisah. Yang lain bisa kembali. Mereka inilah yang melaporkan bahwa masih ada satu yang terjebak di dalam.

Gua ini menarik perhatian Josh karena menantang: baru dua orang yang pernah memasukinya. Maklum baru tahun 2012 lalu gua ini ditemukan. Begitu banyak gua di perbatasan Tennessee-Indiana ini. Salah satunya adalah gua Gajah. Sangat terkenal di Amerika.

Di mulut gua Mill Pond itu ratusan orang menunggu hasil penyelamatan ini. Sangat menarik: sang penyelamat kali ini harus diselamatkan. Disiapkan juga ambulan. Tim dokter. Perawat. Polisi pengawalan. 

Tapi Josh Bratchley tidak mau dibawa ke rumah sakit. Juga tidak mau diperiksa dokter. Ia merasa baik-baik saja. Sudah sangat biasa. Di dalam gua pun ia tahu apa yang harus dilakukan: berada di gelembung udara dan diam. Menunggu penyelamatan. Toh ada temannya yang tahu bahwa ia masih terjebak. 

Ini berbeda dengan 12 celeng remaja Thailand. Yang terjebak berhari-hari tanpa tahu apakah ada orang tahu.

DI’sway saat bertemu salah satu dari ’12 celeng remaja’ di perbatasan Thailand. 
Mereka pernah diselamatkan Josh Bratchley. (DI’s Way Photo)

Josh Bratchley tetap tenang. Ia tahu ratusan orang bertepuk tangan gembira. Tapi Josh tidak terlihat ikut gembira. Josh juga tidak mau diwawancara TV. Satu-satunya ucapan yang keluar dari mulutnya hanyalah: minta dibelikan pizza.(Dahlan Iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jejak Bioskop di Serang (2) : Bioskop Pelita, Eks Ruang Budaya

Next Post

Mayat Petugas Sekuriti Ditemukan Mengambang di Pelabuhan Merak

Related Posts

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru
Berita Utama

Groundbreaking, Harian Disway Siapkan Gedung Kantor Baru

by Bayu Mulyana
Kamis, 4 Juni 2026 20:12

SURABAYA – Harian Disway segera memiliki gedung kantor baru. Lokasinya sangat strategis, berada di Jalan Ketabang Kali, tepat di belakang...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Next Post
Dua Hari Tak Pulang,  Warga Pandeglang Ditemukan Tak Bernyawa

Mayat Petugas Sekuriti Ditemukan Mengambang di Pelabuhan Merak

Lima PNS Pemkab Serang Gangguan Jiwa

Caleg Rentan Terkena Gangguan Jiwa

Pasca Pemilu 2019, Pimpinan Daerah Serukan Rekonsiliasi

Pasca Pemilu 2019, Pimpinan Daerah Serukan Rekonsiliasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Kamis, 11 Juni 2026 17:36
Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Kamis, 11 Juni 2026 17:23
Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Kamis, 11 Juni 2026 17:15
Disway

Disway Top Regional Leader Awards 2026, Mashudi: Apresiasi Kepala Daerah yang Kerja Baik dan Berdampak

Kamis, 11 Juni 2026 17:07
Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Kamis, 11 Juni 2026 17:06
Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Kamis, 11 Juni 2026 16:36
Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Kamis, 11 Juni 2026 17:36
Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Kamis, 11 Juni 2026 17:23
Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Gandeng Sekolah, LamiPak dan Frisian Flag Luncurkan Program Pengelolaan Limbah Kemasan Susu MBG

Kamis, 11 Juni 2026 17:15
Disway

Disway Top Regional Leader Awards 2026, Mashudi: Apresiasi Kepala Daerah yang Kerja Baik dan Berdampak

Kamis, 11 Juni 2026 17:07
Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Pemkot Serang Verifikasi Ulang Penerima Insentif Keagamaan

Kamis, 11 Juni 2026 17:06
Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Memastikan Hak Warga Binaan Terpenuhi, Kemenkum Banten Evaluasi Program Bantuan Hukum

Kamis, 11 Juni 2026 16:36

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

Jalani Operasi Usus Buntu Pecah, Nurcahya Buktikan Usia Muda Bukan Jaminan Bebas dari Kondisi Gawat Darurat

by Bayu Mulyana
Kamis, 11 Juni 2026 17:36

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID - Siti Nurcahya tidak menyangka jika di usianya yang baru 33 tahun harus mengalami kondisi gawat darurat yang mengharuskan...

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

Polda Banten Edukasi Masyarakat, Mencegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak 

by Fahmi
Kamis, 11 Juni 2026 17:23

Sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh Polda Banten.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak