SERANG – Para calon legislatif (caleg) yang mengalami kekalahan pada pemilihan umum (pemilu) serentak dinilai rentan mengalami stres dan gangguan jiwa akibat banyak tekanan. Kasus caleg yang terkena gangguan jiwa, bahkan sampai dipasung, pernah terjadi di Cilegon pada 2004.
Hal itu diungkapkan Kader Kesehatan Jiwa (Keswa) pada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Ismail melalui sambungan telepon seluler, kemarin. Kata Ismail, para caleg rentan mengalami stres dan gangguan jiwa pasca pemilu. Penyebabnya, caleg mendapat tekanan cukup tinggi setelah menghabiskan banyak biaya untuk pencalonannya.
Ia pun menyarankan, para caleg yang mulai mengalami stres karena gagal terpilih pada pemilu kemarin berkonsultasi dengan psikiater. Katanya, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Banten menyediakan tenaga psikiater.
“Tahun 2004 pernah terjadi kasus caleg terkena gangguan jiwa bahkan sampai dipasung di Cilegon. Katanya, sudah mengeluarkan biaya kampanye sampai Rp120 juta, tapi gagal,” ungkapnya
Awalnya, kata Ismail, caleg tersebut tidak mau keluar rumah karena malu pasca kegagalannya pada pemilu. Tak lama, caleg itu mengamuk dan meresahkan masyarakat. “Makanya, dia dipasung,” terangnya.
Dijelaskan Ismail, gejala stres di antaranya sulit tidur, selalu merasa cemas dan gelisah, serta takut dan malu jika bertemu banyak orang. “Kalau sudah begitu, sebaiknya segera konsultasi ke psikiater. Kalau telat, bisa kena gangguan jiwa,” sarannya.
Ismail berharap, para caleg bisa menerima kekalahan dengan besar hati dan tidak terlalu membebani diri dengan tekanan yang terjadi. “Kalau bisa ikhlas menyerahkan semuanya kepada yang maha kuasa, Insya Allah baik-baik aja,” tandasnya.
Terkait itu, Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kesehatan Jiwa dan Napza (P2PTM Keswa dan Napza) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang Rizka Sofiani menyarankan, caleg yang mengalami masalah kejiwaan segera berkonsultasi dengan psikolog. Rizka tidak menyangkal, pasca pemilu banyak caleg rentan terkena stres dan gangguan jiwa. “Ciri-ciri orang yang terkena gangguan jiwa, dia merasa cemas dan sulit tidur,” ujarnya. (mg06/zai/ira)









