slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Defisit Rekor

Aas Arbi by Aas Arbi
19-05-2019 07:27:25
in Catatan Dahlan Iskan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh: Dahlan Iskan

Saya lagi di Nha Trang saat berita ini muncul: neraca perdagangan Indonesia defisit lagi. Bahkan mencapai rekor baru lagi. Yang terparah lagi. Rekor baru itu: defisit 2,5 miliar dolar. Untuk satu bulan April 2019.

Baca Juga :

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Alasan resminya: impor BBM masih besar. Padahal impor BBM itu sudah turun sedikit dibanding bulan Maret. Padahal, impor non-migas juga sudah dibuat turun. Dengan dua usaha itu mestinya defisit teratasi.

Tapi tidak.

Kunci jalan keluarnya memang hanya dua. Yang terpenting: mengurangi impor BBM dan menaikkan ekspor.

Usaha lain-lain bisa tapi tidak terlalu menentukan.

Tapi mungkinkah kita menurunkan impor BBM?

Mungkin, asal produksi minyak kita naik. Atau mobil listrik menjadi kenyataan.

Sayangnya, dua-duanya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Untuk meningkatkan produksi minyak perlu waktu bertahun-tahun. Sudah 15 tahun produksi kita turun terus. Di zaman pemerintahan lama maupun lima tahun pemerintahan sekarang.

Merealisasikan mobil listrik juga perlu waktu. Setidaknya dua tahun. Itu pun kalau sungguh-sungguh.

Berarti mengharap turunnya impor BBM tidak realistis. Bagaimana dengan B-20 maupun B-50 atau bahkan B-100?

Tentu membantu. Tapi tidak banyak. Untuk B-20 memang sudah bisa jalan. Pemerintah sudah cukup tegas. Penyedia BBM harus patuh. Bagi yang tidak mau mencampur 20 persen minyak sawit dikenakan penalti.

Itu sudah berlaku sejak tahun lalu. Nyatanya impor BBM masih meningkat.

Untuk meningkatkan lagi menjadi Biofuel 50 apalagi 100 masih perlu proses panjang.

Kondisi impor BBM itu kian sulit kalau harga minyak internasional naik. Dan sekarang sudah naik. Sudah di atas 70 dolar/barel.

Itu akibat ketegangan di selat Hormuz. Ketika Amerika sudah siap menyerang Iran.

Tidak menyerang pun harga minyak mentah sudah tinggi. Sejak bulan lalu. Sejak Amerika mencabut pengecualian pada lima negara: India, Taiwan/Tiongkok, Turki dan Pakistan.

Selama ini dunia dilarang membeli minyak dari Iran. Kecuali lima negara itu. Kini mereka pun sudah dilarang.

Bagaimana dengan peningkatan ekspor?

Ada dua kendala pokok. Pertama, permintaan komoditi Indonesia menurun. Sawit dan karet. Akibat melemahnya ekonomi dunia.

Setelah Amerika menyerang ekonomi Tiongkok.

Kedua, industri kita belum bangkit lagi dari masa deindustrialisasi. Tidak terlihat program sungguh-sungguh untuk melawan deindustrialisasi. Yang terus dikampanyekan adalah industri 4.0.

Kesimpulannya: ekonomi kita menghadapi pilihan-pilihan yang kurang baik.

Hanya kerja keras –ekstra keras– pemerintah yang bisa mengatasi itu.

Apakah pemerintah yang akan datang (siapa pun) bisa kerja lebih keras?

Itu tergantung dari dagang sapi di saat pembentukan kabinet nanti.

Apakah situasi sulit akibat perang dagang bisa diatasi Indonesia?

Harusnya bisa. Bangsa kita lebih besar dari Vietnam, Kamboja, Laos, Thailand, Malaysia dan Singapura dijadikan satu.

Vietnam bisa surplus. Neraca perdagangan Vietnam surplus 2 miliar dolar tahun lalu. Pertumbuhan ekonominya 7 persen. Bahkan di kwartal pertama tahun ini 7,1 persen.

Perang dagang itu memang parah. Tapi tetap ada yang bisa memanfaatkannya.

Ekspor Vietnam naik 28 persen. Investasi yang masuk naik hampir 10 persen. Sudah lebih satu minggu saya di Vietnam. Dari satu daerah ke daerah lain. Sudah enam daerah saya jelajah. Secara umum, Vietnam masih jauh ketinggalan dari kita. Masih seperti Indonesia di tahun 1990-an. Tapi berubahannya memang sangat cepat.

Kamboja juga tumbuh sangat cepat. Meski keadaannya masih seperti Indonesia tahun 1980-an. Saya alami jalan-jalan di Phnom Pehn sangat padat. Mobil-mobil umumnya relatif  baru. Tidak terlihat mobil jelek apalagi reot. Kelas mobilnya juga menengah ke atas.

Saya tidak melihat satu pun mobil kelas Avanza atau Xenia. Kelihatannya paling rendah cc 1500. Begitu dominan Lexus di Phnom Pehn.

Jalanan di Phnom Pehn yang ruwet. Kondisi di sekitarnya seperti Indonesia tahun 1980-an. Tapi lihatlah jenis di jalanan tersebut. (Foto: phnompenhpost.com)

Vietnam dan Kamboja tampaknya yang paling bisa menarik keuntungan dari perang dagang ini. Malaysia juga, sedikit. Ekonomi Malaysia mulai tumbuh lagi. Sudah merangkak kembali ke 4,5 persen. Di kwartal pertama tahun ini.

Apa salahnya defisit?

Defisit tidak salah. Yang salah adalah yang membaca defisit itu. Begitu terbaca defisit mata uang rupiah anjlok.

Soalnya mereka tidak hanya membaca defisit. Mereka membaca yang terjadi di balik defisit.(Dahlan Iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

PAN Cilegon Bakal Calonkan Kadernya Jadi Walikota  

Next Post

Lahan Parkir di Terminal Terpadu Merak Masih Kurang

Related Posts

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang
Berita Utama

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

by Agung S Pambudi
Sabtu, 8 November 2025 22:14

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID - Disway Group menerima kunjungan Shonan Industrial Promotion Foundation (SIPF) dari Jepang. Direktur Keuangan Disway Group Verry Madur dan...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Batu Ganjar

Next Post
Lahan Parkir di Terminal Terpadu Merak Masih Kurang

Lahan Parkir di Terminal Terpadu Merak Masih Kurang

Inflasi Kota Serang Tertinggi di Pulau Jawa

Inflasi Kota Serang Tertinggi di Pulau Jawa

KPK Teliti Kekayaan Calon Rektor Untirta 

KPK Teliti Kekayaan Calon Rektor Untirta 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pengelola Wisata Dapat Banyak Keluhan soal PJU di Anyar-Cinangka

Pengelola Wisata Dapat Banyak Keluhan soal PJU di Anyar-Cinangka

Selasa, 2 Juni 2026 20:07
Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Jayanti, Bupati Maesyal Langsung Panggil Tukang

Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Jayanti, Bupati Maesyal Langsung Panggil Tukang

Selasa, 2 Juni 2026 19:42
Program Sekolah Gratis Dongkrak Peminat Sekolah Swasta di Tangsel

Program Sekolah Gratis Dongkrak Peminat Sekolah Swasta di Tangsel

Selasa, 2 Juni 2026 19:21
Pemerintah Desa Kadugenep Bentuk Tim Pengelolaan Sampah Tingkat Desa

Pemerintah Desa Kadugenep Bentuk Tim Pengelolaan Sampah Tingkat Desa

Selasa, 2 Juni 2026 18:49
Uji Emisi Kendaraan Gratis Hadir di Cikokol dan Karang Tengah pada 3-4 Juni 2026

Uji Emisi Kendaraan Gratis Hadir di Cikokol dan Karang Tengah pada 3-4 Juni 2026

Selasa, 2 Juni 2026 18:02
HUT ke-26 Radar Banten, Polda Banten Pererat Silaturahmi dan Sinergitas

HUT ke-26 Radar Banten, Polda Banten Pererat Silaturahmi dan Sinergitas

Selasa, 2 Juni 2026 17:46
Pengelola Wisata Dapat Banyak Keluhan soal PJU di Anyar-Cinangka

Pengelola Wisata Dapat Banyak Keluhan soal PJU di Anyar-Cinangka

Selasa, 2 Juni 2026 20:07
Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Jayanti, Bupati Maesyal Langsung Panggil Tukang

Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Jayanti, Bupati Maesyal Langsung Panggil Tukang

Selasa, 2 Juni 2026 19:42
Program Sekolah Gratis Dongkrak Peminat Sekolah Swasta di Tangsel

Program Sekolah Gratis Dongkrak Peminat Sekolah Swasta di Tangsel

Selasa, 2 Juni 2026 19:21
Pemerintah Desa Kadugenep Bentuk Tim Pengelolaan Sampah Tingkat Desa

Pemerintah Desa Kadugenep Bentuk Tim Pengelolaan Sampah Tingkat Desa

Selasa, 2 Juni 2026 18:49
Uji Emisi Kendaraan Gratis Hadir di Cikokol dan Karang Tengah pada 3-4 Juni 2026

Uji Emisi Kendaraan Gratis Hadir di Cikokol dan Karang Tengah pada 3-4 Juni 2026

Selasa, 2 Juni 2026 18:02
HUT ke-26 Radar Banten, Polda Banten Pererat Silaturahmi dan Sinergitas

HUT ke-26 Radar Banten, Polda Banten Pererat Silaturahmi dan Sinergitas

Selasa, 2 Juni 2026 17:46

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pengelola Wisata Dapat Banyak Keluhan soal PJU di Anyar-Cinangka

Pengelola Wisata Dapat Banyak Keluhan soal PJU di Anyar-Cinangka

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 2 Juni 2026 20:07

Pengelola Pantai Sambolo I, Kecamatan Anyar, Yepi, menyampaikan keluhan wisatawan soal PJU.

Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Jayanti, Bupati Maesyal Langsung Panggil Tukang

Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Jayanti, Bupati Maesyal Langsung Panggil Tukang

by Mulyadi
Selasa, 2 Juni 2026 19:42

Bupati Maesyal saat meninjau kondisi rumah tidak layak huni milik Herman di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Jayanti, Selasa, 2 Juni 2026.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak