• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Demo Hamil

Redaksi by Redaksi
Kamis, 13 Juni 2019 09:01
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Demo Hamil

Dia hamil. Dia dibunuh. Di kamar hotel. Di luar negeri.

Si pembunuh dijatuhi hukuman ringan. Hanya karena memiliki barang milik wanita yang dibunuh. Bukan karena membunuh.

RelatedPosts

Camat Sepatan Timur

Kejakasan Sidik Kasus Dugaan Korupsi BOP PKBM di Pandeglang

Jumat, 6 November 2026 22:22
Camat Sepatan Timur

Camat Sepatan Timur Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 6 November 2026 22:12
Keterbukaan informasi publik Kota Serang

Pemkot Serang Naik Peringkat Keterbukaan Informasi Publik

Jumat, 6 November 2026 21:59
warga Pandeglang luka berat akibat gigitan buaya

Warga Cigeulis Tangkap Buaya Betina Sepanjang 2,5 Meter

Jumat, 6 November 2026 21:41

Hukuman itu begitu ringannya. Jumat minggu depan sudah bisa bebas.

Itulah salah satu kasus yang membuat hakim dan jaksa di Hongkong gemes. Jengkel. Frustrasi. Dalam upaya menegakkan hukum setegak-tegaknya.

Masih banyak kasus lain. Tapi hanya yang itu yang dijadikan pemicu lahirnya proposal yang didemo besar-besaran di Hongkong sekarang ini.

Jaksa tahu: Chan Tong Kai, 19 tahun, itu pembunuhnya.

Hakim pun tahu: Chan Tong Kai itu pembunuhnya.

Chan Tong Kai sendiri, pun sudah mengaku: dialah pembunuhnya.

Tapi pembunuhan itu dilakukan di Taiwan. Locus delicti-nya ada di luar Hongkong. Barang-barang bukti ada di sana.

Hongkong tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Taiwan. Atau negara lain.

Hakim hanya bisa menjatuhi hukuman ringan. Itu pun karena diketahui Chan mengantongi kartu kredit milik perempuan yang ia bunuh. Dan Chan menarik uang senilai Rp 35 juta dari kartu kredit itu. Di bank Hongkong. Menggunakan PIN pacarnya. Yang dengan rela memberikan kepada Chan. Dengan prinsip orang yang lagi jatuh cinta: milikku juga milikmu.

Mencuri uang Rp 35 juta, itulah nilai hukumannya.

Hakim tahu itu tidak adil. Tapi hukum harus tegak: bunyi pasalnya begitu.

Karena itu Carrie Lam ingin melakukan perubahan. Agar Hongkong bisa menyerahkan tersangka seperti Chan ke negara lain. Agar bisa dihukum di negara tersebut. Karena perbuatannya itu dilakukan di sana.

Proposal Carrie Lam itulah yang di demo habis-habisan warga Hongkong. Minggu lalu. Dan kembali didemo kemarin. Sampai hari ini. Bahkan mungkin sampai hari Kamis minggu depan.

Hari ini adalah hari pembahasan proposal itu Di parlemen Hongkong.

Carrie Lam ngotot meneruskan proposalnya. Meski sudah didemo 1,03 juta orang Minggu lalu.

Bahkan Carrie Lam menginginkan pembahasannya dikebut. Kamis minggu depan sudah harus diputuskan.

Mengapa begitu kesusu? Chan, si pembunuh, akan bebas di hari Jumat. Kalau Kamis proposal itu disetujui legislatif, Chan akan dikirim ke Taiwan. Untuk diadili di sana. Dalam kasus pembunuhan itu.

Yang dibunuh adalah: Poon Hiu Wing, 20 tahun. Setahun lebih tua dari Chan Tong Kai.

Chan Tong Kai dan Poon Hiu Wing 

Dua tahun lalu dua remaja ini pacaran. Setelah satu bulan saling berkenalan. Keduanya kenal karena sama-sama bekerja di satu perusahaan Hongkong.

Mereka sepakat ingin merayakan Hari Valentine 2018 di luar negeri. Di Taiwan. Sejak Desember 2017 mereka sudah memesan tiket. Dan hotel di Taipei.

Tanggal 8 Februari 2018 mereka berangkat. Rencananya sampai tanggal 17 Februari.

Sehari sebelum pulang mereka masih bersetubuh. Lalu ke pasar malam. Membeli koper warna pink.

Balik ke hotel mereka bertengkar. Soal barang mana yang masuk koper mana. Lalu reda. Bersetubuh lagi.

Tengah malam Poon kirim WA ke ibunya. Memberi tahu bahwa dia jadi pulang tanggal 17 keesokan harinya.

Malam itu mereka bertengkar lagi. Setelah Chan tahu bahwa Poon hamil. Yang membuat Chan emosi, kata Chan, Poon mengaku ayah bayi itu adalah pacar sebelumnya.

Chan lantas membenturkan kepala Poon ke dinding. Lalu mencekik lehernya dari belakang. Terjadilah perlawanan. Mereka bergumul di lantai. Selama 10 menit. Sampai diketahui Poon meninggal dunia.

Chan langsung mengemasi barang-barang milik Poon. Untuk dimasukkan ke satu koper. Kecuali handphone milik Poon. Dimasukkan ke tas Chan sendiri. Dan kartu kredit milik Poon. Ia masukkan ke dompetnya.

Sedangkan mayat Poon dimasukkan ke koper yang lain.

Beres.

Tidur.

Besok paginya Chan membuang barang-barang milik Poon. Juga membuang mayatnya. Di satu taman dekat terminal bus Zhuwei.

Chan langsung ke bandara. Pulang ke Hongkong.

Aman.

Hanya orang tua Poon yang gelisah. Anaknya itu kok tidak datang pada hari yang dijanjikan. Pun hari-hari berikutnya. Tanpa ada WA pula.

Dua minggu kemudian barulah ibunya bikin laporan polisi: anaknya hilang. Tapi sang ibu menemukan kertas pemesanan hotel. Tertinggal di kamar anaknya. Juga pemesanan tiket pesawat pulang-pergi. Atas nama dua orang Itu.

Polisi pun mendapat petunjuk yang sangat berarti.

Chan sebenarnya juga gelisah. Di dalam hati. Terutama sejak ada pengumuman anak hilang itu. Maka ia datang ke kantor polisi: mengakui apa adanya. Dialah yang membunuh pacarnya yang hamil itu.

Tentu semua jalan cerita tadi versi Chan. Apakah benar ia emosi. Terpancing oleh pengakuan pacarnya. Bahwa ayah bayi itu pacar lama pacarnya. Juga apakah benar terjadi perlawanan.

Yang jelas benar, adalah ia dua kali mengambil uang di kartu kredit milik almarhumah pacarnya.

Carrie Lam memang menyebut kasus itu dalam proposalnya. Tapi, yang seperti itu akan banyak.

“Saya tidak mau Hongkong menjadi surga persembunyian penjahat,” ujar Carrie Lam. Yang secara luas dikutip media internasional.

Tapi para pendemo punya pendapat sendiri.

Kalau proposal ekstradisi itu disetujui jadi UU, tidak hanya penjahat kriminal yang dikirim. Bisa jadi merembet ke urusan politik. Yang tidak pro Tiongkok akan dianggap penjahat. Dan bisa dikirim ke Beijing.

Demo besar-besaran kali ini memang bukan membela si pembunuh. Tapi mengkhawatirkan masa depan kebebasan politik di Hangkong.

Mereka bertekad demo kali ini tidak akan bubar.

Mereka akan terus tinggal di jalan raya. Akan terus memblokade parlemen.

Sampai kapan pun.

Sejak malam sebelum jadwal sidang hari Rabu, mereka sudah menduduki semua jalan menuju parlemen. Memasang pagar besi. Berbaris bergandengan tangan di balik pagar itu.

Hampir semua membawa payung. Agar bisa jadi pelindung diri: dari semprotan merica dari depan. Atau dari guyuran hujan dari atas.

Minggu lalu polisi memang menggunakan semprotan cairan bermerica. Yang lebih aman daripada gas air mata. Meksipun akhirnya polisi juga gunakan gas air mata Rabu siang.

Tujuan blokade itu agar anggota DPR Hongkong tidak bisa datang ke gedung parlemen.

Rabu pagi kemarin mereka benar-benar tidak bisa bersidang. Mereka kumpul di kantor polisi untuk berangkat bersama dengan mobil khusus. Tapi juga tidak bisa.

Sidang Rabu kemarin ditunda. Padahal Kamis depan, kata Carrie Lam, sudah harus jadi UU.

Begitulah.

Saya pun sulit mencari alenia penutup yang menarik. Untuk artikel dengan bahasan seperti ini. Ada usul? (Dahlan Iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Lelang Jabatan di Pemprov Banten Diperpanjang

Next Post

Tabrak Lari, Warga Pandeglang Tewas

Next Post
Tabrak Lari, Warga Pandeglang Tewas

Tabrak Lari, Warga Pandeglang Tewas

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

Kamis, 5 November 2026 16:27
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional, Raih Juara 3 Kompetisi Video Pembelajaran Minerba 2026

Kamis, 5 November 2026 16:17
Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Kamis, 5 November 2026 11:22
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Camat Sepatan Timur

Kejakasan Sidik Kasus Dugaan Korupsi BOP PKBM di Pandeglang

by Purnama Irawan
Jumat, 6 November 2026 22:22
0

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang resmi menaikkan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Kesetaraan di PKBM...

Camat Sepatan Timur

Camat Sepatan Timur Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

by Mulyadi
Jumat, 6 November 2026 22:12
0

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Camat Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang Dwi Chandra Budiman berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sinergi...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.