• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Situs Megalitik Batu Goong-Citaman, Wisata Pemandian Peninggalan Masa Prasejarah

Redaksi by Redaksi
Selasa, 30 Juli 2019 10:55
in Berita Utama, Featured, Sosial Budaya
Situs Megalitik Batu Goong-Citaman, Wisata Pemandian Peninggalan Masa Prasejarah

Peserta jelajah cagar budaya 2019 BPCB Banten memerhatikan struktur Situs Batu Goong di Bukit Kaduguling, Desa Sukasari, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Rabu (24/7). Foto Ken Supriyono/Radar Banten

Jelajah cagar budaya Banten 2019 pada Rabu (24/7) diakhiri dengan kunjungan ke Situs Batu Goong-Citaman di lereng Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang. Inilah situs zaman prasejarah atau megalitik yang kini jadi objek wisata pemandian.

KEN SUPRIYONO – Pandeglang

RelatedPosts

Maxim Turbo

Ratusan Driver Ojol di Banten Tolak Program Turbo Maxim

Jumat, 16 Oktober 2026 08:45
Pengawasan Ipal MBG

Pengawasan Limbah SPPG di Kabupaten Serang Bakal Diperketat

Jumat, 16 Oktober 2026 08:37
Mohamed Salah

Mohamed Salah Cetak Gol dan Assist, Trabzonspor Menang 4-2 atas KuPS di Eropa

Jumat, 16 Oktober 2026 08:32
Pemkab Tangerang Gelar Gerakan Pangan Murah.

Pemkab Tangerang Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras 5 Kilogram Dijual Rp 24.500

Jumat, 16 Oktober 2026 07:14

CAGAR budaya yang ditampilkan pada pameran Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten di Gedung PKPRI, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, cukup banyak memberi informasi bagi peserta jelajah cagar budaya Banten 2019. Jejak budaya empat zaman di Banten dari masa prasejarah (megalitik), klasik (Hindu-Budha), Islam, hingga kolonial menjadi wisata sejarah menyenangkan.

Namun, rasanya tak cukup sekadar mengetahui tanpa melihat langsung jejak peninggalan bernilai histori itu. Di akhir sesi, peserta dipandu Pamong Budaya dari BPCB Banten akhirnya merasakan langsung eksotisnya Situs Batu Goong-Citaman yang kini jadi objek pemandian. Salah satu tinggalan zaman megalitik yang kini jadi objek wisata pemandian.

Perjalanan dari pameran di gedung PKPRI tak lebih 30 menit. Matahari tepat di atas ubun-ubun saat rombongan memasuki kampung lokasi situs zaman prasejarah ini. Namun, rimbunnya tumbuhan di area situs yang berlokasi di Bukit Kadu Guling, Desa Sukasari, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, itu cukup memberi keteduhan. Peserta pun hanya cukup butuh energi tambahan mendaki jalan tanpa aspal. Jaraknya sekira 500 meter, dengan waktu tempuh tak lebih dari 15 menit dari jalan utama.

Situs Batu Goong-Citaman adalah dua situs dalam satu kawasan. Batu Goong ini sebuah menhir terbungkus kain putih sebagai pusat. Batu ini dikeliling oleh batu-batu lain yang membentuk formasi temu gelang. Batu-batu yang mengelilingi menhir berbentuk gamelan atau gong dan batu pelingging. Juga, sebuah batu yang berbentuk layaknya meja.

“Konon dulunya sebagai tempat pemujaan kepada arwah leluhur,” kata Pamong Budaya BPCB Banten Yanuar Mandiri memberi penjelasan. Sebelum melakukan ritual, biasanya akan dilakukan penyucian diri pada situs kolam yang dikenal dengan nama Citaman. Oleh karena itu, Situs Batu Goong dengan Kolam Citaman yang berjarak sekira 500-an meter tidak dapat dipisahkan.

Pada masanya, dari Batu Goong ke Citaman ada semacam punden atau struktur taman berundak. Hanya saja, proses alam selama ribuan tahun membuat struktur tersebut mengalami degradasi. Kini, hanya sebagian kecil sisa-sisanya punden yang masih tampak tak jelas.

Meski dibangun orang-orang pada zaman prasejarah atau megalitik, Situs Batu Goong-Citaman kefungsiaannya berlanjut hingga zaman klasik (Hindu-Budha). Tak jauh beda, situs yang usianya diperkirakan mencapai empat ribu tahun sebelum Masehi ini juga menjadi tempat peribadatan.

Panjangnya temuan situs ini membuat berkembang cerita sejarah lisan masyarakat sekitar. Ada yang menyebut, Batu Goong difungsikan tempat berkumpulnya atau musyawarah pemuka agama melakukan keputusan resmi. “Pemimpin rapat duduk di tengah, dan setiap ada keputusan dipukul batu yang bentuknya mirip gamelan,” kata Dion, peserta jelajah cagar budaya, yang tak lain warga setempat.

Penuturan Dion didapatkan dari cerita kakeknya. Bahkan, aroma mistik dan mitologi di lokasi situs kerap kali didengarnya. Cerita itu menjadi khasanah kebudayaan lokal. Terlebih, oral sejarah sudah berkembang sejak zama dahulu kala di Nusantara. Tak heran, sebagian besar tradisi zaman prasejarah, Hindu-Budha dan akulturasi Islam masih banyak ditemukan. Termasuk budaya cocok tanam yang disebut sebagai peninggalan prasejarah.

Situs Citaman menjadi bukti warisan yang ditinggalkan bercocok tanam zaman megalitik. Di area lereng Gunung Pulosari ini sangat melimpah ruah air dari sumbernya di Kolam Citaman.

Seperti kekhasan situs prasejarah yang berupa bebatuan, pada kolam air yang luasnya mencapai 350 meter persegi itu banyak dijumpai jenis bebatuan. Mulai batu-batu berlobang, batu lumpang, batu dakon, batu bergores, pecahan batu pipisan, pecahan alu, dan pecahan keramik asing.

Kolam Citaman terbagi dua bagian. Informasinya, satu bagian digunakan khusus kaum pria, dan lainnya untuk kaum wanita. Dalam tradisi megalitik hingga klasik, kolam Citaman diduga dipakai sebagai tempat awal menyucikan diri sebelum upacara berlangsung. “Pusat ritualnya di tempat batu Goong berada,” kata Yanuar.

Kini tak hanya urusan ritual pemujaan, banyak masyarakat yang memfungsikan tempat tersebut untuk berwisata. Airnya yang jernih begitu menggoda untuk diarungi. Apalagi panorama alamnya yang alami, rasanya tak afdol tanpa ritual swafoto.

Menurut Yanuar, Situs Batu Goong-Citaman tidak bisa dipisahkan dari peninggalan megalitik di sekitar Gunung Pulosari lain. Misalnya arca Sangyang Heuleut dan Sangyang Dengdek yang jaraknya 4 kilometer dari Goong-Citaman.

Lainnya, Situs Cihunjuran di tepi bukit Pulosari, Desa Cikoneng, Mandalawangi. Situs ini memiliki karakter yang sama dengan Situs Batu Goong-Citaman. Kemudian, Situs Batu Ranjang di Kampung Batu Ranjang, Desa Batu Ranjang, dan Batu Tumbung di Kampung Cidaresi, Desa Palanyar, Kecamatan Cipeucang. “Temuan-temuan situs megalitik ini membuktikan adanya peradaban Banten sejak ribuan tahun lalu,” kata arkeolog lulusan Universitas Indonesia (UI) ini. (*)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Harga Cabai di Rangkasbitung Rp100.000 per Kg

Next Post

WH Ajak HMI Bersinergi dengan Pemprov Banten

Next Post
WH Ajak HMI Bersinergi dengan Pemprov Banten

WH Ajak HMI Bersinergi dengan Pemprov Banten

barang tertinggal di kereta

Barang Tertinggal di Kereta Capai Rp4,46 Miliar, Sebagian Sudah Dikembalikan KAI

Rabu, 14 Oktober 2026 19:14
Krakatau Steel Merger Dua Anak Usaha, KSI Resmi Lanjutkan Bisnis KIT

Krakatau Steel Merger Dua Anak Usaha, KSI Resmi Lanjutkan Bisnis KIT

Kamis, 15 Oktober 2026 10:32
Pemkab Lelang Aset BMD Senilai Rp279 Juta

Pemkab Pandeglang Lelang Aset BMD Senilai Rp279 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 19:03
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Maxim Turbo

Ratusan Driver Ojol di Banten Tolak Program Turbo Maxim

by Fahmi
Jumat, 16 Oktober 2026 08:45
0

​SERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas ojol Banten dari berbagai wilayah mendatangi Kawasan Pusat...

Pengawasan Ipal MBG

Pengawasan Limbah SPPG di Kabupaten Serang Bakal Diperketat

by Ahmad Rizal Ramdhani
Jumat, 16 Oktober 2026 08:37
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Satuan Tugas Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Serang berencana akan mulai memperketat pengawasan terhadap Istalasi Pengawasan Air Limbah...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.