CILEGON – Transmart di Jalan Yasin Beji, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat Kota Cilegon. Tahap pertama, perekrutan tenaga kerja itu untuk warga di empat kelurahan yang berada paling dekat dengan lokasi mal. Empat kelurahan yaitu Kelurahan Kebondalem, Kelurahan Masigit, Kelurahan Kotabumi, dan Kelurahan Ramanuju.
Kepala Seksi (Kasi) Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon Wawan Gunawan menjelaskan, proses perekrutan tenaga kerja di Transmart dilakukan sebanyak dua tahap. Tahap pertama dibuka khusus untuk lingkungan terdekat dengan kuota sekira 150 hingga 200 orang.
“Sekarang sedang berlangsung pengumpulan berkas lamaran di masing-masing kelurahan. Nanti rekapan akan diberikan ke Disnaker. Untuk seleksi dilakukan pihak Transmart,” ujar Wawan saat dikonfirmasi Radar Banten, Selasa (27/8).
Untuk lulusan strata satu (S1), ada 19 posisi yang dibutuhkan. Antara lain, store manager department store, site manager, assistant store manager department store, dan divisi manager commercial. Sedangkan untuk lulusan SMA/SMK sederajat posisi yang dibutuhkan, antara lain, IT support, marketing, engineering staff, cast member, senior cashier, dan staff cashier. “Mudah-mudahan, bulan depan sudah bisa dilakukan seleksi oleh Transmart. Untuk tempat, kita tawarkan di kantor Disnaker,” ujar Wawan.
Perekrutan tenaga kerja tahap kedua, lanjut Wawan, akan dilakukan usai tahapan pertama rampung dilaksanakan. Kebutuhan tenaga kerja di Transmart secara keseluruhan sesuai yang dilaporkan sekira lebih dari 500 orang. Jika tahap pertama untuk 150 hingga 200 orang, maka tahap kedua sisanya. “Tahap kedua untuk masyarakat umum, tidak hanya dari empat kelurahan itu saja,” tuturnya.
Perekrutan tenaga kerja Transmart mendapatkan respons dari masyarakat. Di Kelurahan Kebondalem, hingga Selasa (27/8), sudah sekira 360 pencari kerja yang menyerahkan berkas lamaran. Pihak kelurahan Selasa (27/8) membuka layanan kepada masyarakat untuk menyerahkan berkas-berkas tersebut untuk diverifikasi kelengkapannya sebelum hasil rekapitulasi pelamar diserahkan ke Disnaker Cilegon.
Hasilnya, ratusan masyarakat memenuhi halaman kantor kelurahan. Pelamar yang mayoritas terlihat kalangan muda itu rela antre agar bisa menyerahkan dokumen lamaran pekerjaan itu. “Penerimaan berkas masih akan berlangsung sampai tanggal 29 (Agustus),” ujar Lurah Kebondalem Edi Hilfiandi.
Kata Edi, pihak kelurahan berupaya untuk memfasilitasi keinginan masyarakat untuk bisa mendapatkan pekerjaan di mal yang berada tepat di belakang kompleks Pemkot Cilegon itu. Proses verifikasi kelengkapan berkas dilakukan di kelurahan agar saat penyerahan rekapitulasi sudah tidak ada lagi warga yang masih belum melengkapi. “Daripada nanti sudah nunggu akhirnya enggak bisa ikut seleksi, kan kasihan warganya,” tutur Edi.
Terpisah, Lurah Kotabumi Muhriji menuturkan, respons positif pun ditunjuk oleh warga yang berada di kelurahan Kotabumi. Meski belum bisa menyebutkan jumlah pasti berapa banyak yang sudah menyerahkan dokumen lamaran kerja, menurut Muhriji sudah lebih dari 100 orang jumlahnya.
Proses yang sedang berlangsung di kelurahan ini menurutnya sebagai bentuk komitmen dari pemerintah agar investasi yang ada mampu dirasakan secara langsung oleh masyarakat, salah satunya terkait penyerapan tenaga kerja. “Kita berharap bisa terakomodir,” ujar Muhriji.
Sementara itu, Lurah Ramanuju Amin Hidayat menuturkan, warga di kelurahannya tidak sebanyak di kelurahan lain. Hingga kemarin, baru sekira 50 orang yang menginginkan bekerja di mal tersebut.
Dalam proses pendataan masyarakat, Amin mengaku melibatkan seluruh RT. Masyarakat Kelurahan Ramanuju menyerahkan dokumen lamaran pekerjaan ke masing-masing RT, kemudian, RT yang akan menyerahkan ke kelurahan. “RT kan berada paling dekat dengan masyarakat, jadi tidak langsung ke kantor kelurahan,” tuturnya.
Lurah Masigit Rohimin menuturkan, respons masyarakat dikelurahan yang dipimpinnya itu pun cukup tinggi, hingga kemarin sudah sebanyak 150 orang yang menyerahkan berkas lamaran. “Masyarakat langsung datang ke kantor kelurahan, nanti akan kita rekap dan dilaporkan ke Disnaker,” ujarnya.
Baik Rohimin, Edi, Muhriji, maupun Amin, ketiga lurah itu kompak berharap agar tenaga kerja yang berasal dari kelurahan-kelurahan tersebut bisa diterima bekerja, sehingga masyarakat mempunyai sumber pendapatan. (bam/aas/ags)








