CILEGON – Walikota Cilegon Edi Ariadi dan Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati mengisyaratkan akan pecah kongsi pada Pilkada Cilegon 2020 mendatang. Kedua tokoh tersebut melontarkan sinyal bakal tak bersama lagi sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah periode mendatang.
Sebelumnya, Kamis (29/8), usai menghadiri agenda Rapat Kerja Formi Kota Cilegon di salah satu kafe di Cilegon, Ratu Ati Marliati mengisyaratkan akan maju sebagai calon walikota Cilegon. Ungkapan itu seolah-olah menegaskan, jika mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon itu siap berseberangan dengan Edi.
“Kalau sekarang jadi C2 (wakil walikota) boleh dong ke depan C1 (walikota),” ujar Ati saat itu.
Dua hari berselang, tepatnya pada Sabtu (31/8), giliran Edi menghadiri acara Musyawarah Cabang (Muscab) V Pemuda Pancasila Gedung Cilegon Creative Center, Kecamatan Cibeber. Edi membalas sinyal yang diutarakan Ati.
Dalam kesempatan itu, Edi terlihat segan-segan mengajak Helldy Agustian bergenggaman tangan. Ajakan Edi itu dinilai memiliki arti lebih, mengingat Helldy adalah Ketua Partai Berkarya Provinsi Banten yang digadang-gadang akan maju di Pilkada Kota Cilegon 2020 mendatang.
Edi pun memperkuat sinyal dengan melontarkan pertanyaan apakah dirinya cocok bersanding dengan Helldy. “Pantas enggak saya sama Pak Helldy?” ujar Edi sambil tersenyum yang disambut riuh tawa dan tepuk tangan peserta Muscab.
Setelah melakukan aksi tersebut, Edi enggan dimintai komentar lebih jauh terkait kemungkinannya untuk maju di pilkada dan bersanding bersama Helldy Agustian. Ia memilih langsung masuk ke kendaraan dinasnya sambil tersenyum kepada Helldy dan awak media. “Sudah yah,” ujar Edi sebelum menutup pintu belakang bagian kiri kendaraan yang ditumpanginya.
Dalam kesempatan itu, Helldy Agustian enggan berkomentar banyak tentang kemungkinannya maju mendampingi Edi Ariadi di Pilkada 2020 mendatang. Ia menilai genggaman itu sebuah tanda persahabatan.
Helldy selama ini menyatakan akan maju pada Pilkada 2020 sebagai calon walikota Cilegon. Disinggung soal kemungkinannya untuk maju sebagai calon wakil walikota berdampingan dengan Edi, Helldy menyerahkan sepenuhnya keputusan pada partai.
“Kita lihat instruksi partai harus nomor satu atau seperti apa, intinya kita kembalikan ke partai,” ujarnya.
Diketahui, Edi dan Ati baru sebulan berpasangan menjadi walikota dan wakil walikota Cilegon. Ati diangkat setelah terjadi kekosongan jabatan wakil walikota usai Edi Ariadi naik dari wakil walikota menjadi walikota. Edi menggantikan posisi walikota Tb Iman Ariyadi yang tersandung kasus suap izin Transmart Cilegon.
Untuk mengisi kekosongan jabatan wakil walikota, DPRD Kota Cilegon menggelar pemilihan di internal. Saat itu Ati bersaing dengan Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar. Ati yang didukung Golkar akhirnya menang setelah mendapatkan dukungan terbanyak anggota DPRD Kota Cilegon.
Pada Oktober 2019 mendatang, KPU Kota Cilegon akan memulai tahapan pilkada. Proses pemungutan suara akan dilakukan pada September 2020 mendatang. (bam/ibm/ira)









