TANGERANG – Hari terakhir pendaftaran penjaringan calon Walikota Tangsel dan Wakil Walikota yang digelar PDI Perjuangan sejumlah bakal calon menunjukkan keseriusannya dengan mengembalikan formulir, Selasa (17/9).
Dari 20 bakal calon yang sebelumnya sudah ambil formulir, hingga semalam pukul 20.20 WIB, sudah ada 15 orang yang mengembalikan. Mereka di antaranya adalah Kolonel (Sus) Beben Nurfadilah, Tb. Rahmat Sukendar, Siti Nur Azizah.
Pantauan Radar Banten, sejumlah pendaftar satu persatu bakal calon mengembalikan formulir. Salah satu balon walikota Arsid mengatakan, pengembalian formulir ini, membuktikan tak kapok dan tetap optimis berjuang menjadi Walikota. “Saya ora kapok, maju terus. Ini ketiga kalinya maju jadi calon walikota,”terangnya.
Hal senada dikatakan Muhamad yang merupakan Sekretaris Daerah Pemkot Tangsel. “Saya datang mengembalikan formulir, sebagai bentuk kesungguhan dan keseriusan saya maju,” katanya.
Muhamad mengaku siap pensiun dini sebagai ASN bila nantinya resmi diusung partai politik. “Sesuai mekanisme, berdasarkan PKPU, jika sudah ada parpol yang meminang saya. Dan saya mendaftarkan ke KPU, saya akan mengundurkan diri,” katanya.
Muhamad mengakui pilihannya maju di Pilkada Tangsel 2020 telah melalui pertimbangan yang matang. Terlebih dirinya masih memiliki kesempatan enam tahun lagi menjabat sebagai abdi negara. “Saya pensiun enam tahun lagi. Tapi ini demi Tangsel yang lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Sementara, Balon termuda, Fahd Pahdepie mengaku bukan hanya menyerahkan formulir penjaringan. Juga disertakan dokumen lengkap, termasuk visi, misi dan program yang akan dijalankan jika terpilih nanti. Saat disinggung tentang visinya pria yang menjabat Staf Ahli Presiden RI bidang Politik dan Orang Muda ini mengatakan ingin mewujudkan Tangsel sebagai kota yang maju, berbudaya dan berkeadilan melalui kreativitas, inovasi dan kolaborasi. Ada yang menarik saat tokoh milenial ini selesai menyerahkan berkas pendaftaran.
Ia mengajak ketua DPC PDIP Wanto Sugito dan Ketua Tim Penjaringan Suhari Wicaksono melakukan swafoto alias selfie khas anak muda. ”Saya ingin membawa nuansa kegembiraan dalam politik. Jangan tegang. Pilkada bukan ajang pamer kekuatan, tetapi festival gagasan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie berpesan, bagi bakal calon yang akan maju, bahwa pilkada itu tidak boleh mencederai anak bangsa. Apalagi isu-isu politik tersebut hanya bisa memecah belah masyarakat. “Masyarakat itu sudah sangat cerdas, warga Tangsel juga ingin mencari kepala daerah yang cerdas. Makanya siapa yang terbaik adu program dialah yang terpilih oleh masyarakat Tangsel,” tegasnya. (you/asp)








