SERANG – Sebanyak 35 peserta kategori tembang kenangan bakal unjuk kebolehan di ajang Banten Voice 2019 pada Sabtu, (21/9). Banten Voice merupakan event tahunan yang digelar Banten Raya TV. Untuk kategori tembang kenangan, para peserta diwajibkan membawakan lagu tembang kenangan Indonesia di era 70-an dan 90-an.
Ketua Panitia Pelaksana Rita Darmayanti mengungkapkan, untuk Banten Voice kategori tembang kenangan diikuti sebanyak 35 peserta. Para peserta yang mengikuti kompetisi di bidang tarik suara itu tak hanya diikuti dari sejumlah daerah di Banten seperti Serang, Cilegon, dan Tangerang saja. Akan tetapi, juga diikuti oleh peserta yang berasal dari Jakarta dan Bekasi.
Untuk pelaksanaan Banten Voice pada kategori tembang kenangan, rencananya akan dibagi dua episiode. Pada episode pertama diselenggarakan pada Sabtu (21/9) dan akan diikuti 18 peserta. Sedangkan episode kedua digelar pada Sabtu (28/9) mendatang, diikuti 17 peserta.
“Nantinya, kedua episode itu akan disiarkan secara live di Banten Raya TV,” katanya, kepada Radar Banten, Jumat, (20/9).
Dijelaskan Rita, selama dari dua episode tembang kenangan itu, nantinya akan diambil sepuluh peserta terbaik untuk maju ke babak grand final yang digelar pada akhir Desember mendatang. Kesepuluh peserta terbaik itu akan memperebutkan juara I, II, dan III serta juara harapan I, II, dan III.
“Para juara akan mendapatkan hadiah berupa uang tunai, piala, dan sertifikat. Sedangkan untuk pemenang juara I, II, dan III berkesempatan menjadi host pada acara musik di Banten Raya TV,” jelasnya.
Rita menerangkan, pada tahun ini ada perubahan era lagu di kategori tembang kenangan, di mana pada tahun sebelumnya kategori tembang kenangan membawakan lagu pada era 80-an hingga 90-an. Akan tetapi pada helatan Banten Voice 2019 ini, di ajang kategori tembang kenangan peserta diwajibkan membawakan lagu tembang kenangan Indonesia di era 70-an hingga 90-an.
“Jadi untuk lagu-lagu tembang kenangan yang akan kita tampilkan, lebih lawas dari tahun sebelumnya,” terangnya.
Terpisah, Manajer Program Banten Raya TV Leo Antoneo mengatakan pada tahun ini untuk kategori tembang kenangan pun ada perubahan dari sisi penjurian. Jika tahun lalu setiap kategori hanya ada satu juri yang sama, tetapi pada tahun ini setiap kategori jurinya berbeda-beda sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Untuk kategori tembang kenangan, pihak panitia penyelenggara menghadirkan juri-juri pengalaman.
“Ada dua juri untuk kategori tembang kenangan, yakni Ade Fahrudin dari MSB (Musisi Sedulur Banten-red) dan Rita Darmayanti juara III karaoke tembang kenangan Radio RSPD Serang tahun 2002 dan juara dua Pop Karaoke Indonesia yang digelar Trinity Music,” terangnya.
Anton menambahkan, untuk kategori tembang kenangan, para juri akan memberi penilaian kepada para peserta dari sisi teknik vokal, harmonisasi lagu, dan penampilan peserta di atas panggung seperti kostum dan saat peserta dalam menguasai panggung.
“Karena ini tampil di TV secara live, maka para peserta diharapkan bisa mengeksplorasi performance atau penampilannya di atas panggung,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Anton juga meminta kepada para peserta yang akan tampil nanti agar membawa suporternya masing-masing untuk mendukung peserta sekaligus memeriahkan acara Banten Voice 2019 yang live setiap Sabtu malam di Banten Raya TV.
Sementara itu, Widi Nugroho, salah satu peserta kategori tembang kenangan mengaku, dirinya ikut serta ajang Banten Voice merupakan yang kedua kalinya. Sejauh ini, persiapan yang dilakukannya berlatih dan berkaraoke di rumah, serta menonton beberapa video audisi.
“Alasan saya ikut lagi di ajang ini, selain bisa menambah teman, mencari pengalaman dan keseruan. Serta bisa menyalurkan hobi secara kontinu,” katanya.
Menurut pria yang berprofesi selaku Dosen Unsera itu, untuk kali ini ia mencoba mengikuti empat kategori sekaligus. Selain tembang kenangan, pop barat, pop Indonesia, dan dangdut.
“Saya pilih empat agar meluweskan vokal, biar vokal tidak kaku. Karena saya suka menyumbang nyanyian di beberapa kafe,” katanya. (ang/air/ira)










