SERANG – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Banten menjanjikan bonus bagi atlet yang menembus peringkat tiga besar pada ajang Pra PON 2019 di Ternate, Maluku Utara.
Hingga saat ini, perjuangan petinju Banten telah mengunci tiket menuju babak delapan besar. Pertandingan tinju babak kualifikasi PON itu sudah berlangsung sejak Jumat (20/9) hingga Kamis (26/9).
“Kontingen Pertina Banten sudah mengarungi babak kualifikasi PON. Alhamdulillah, empat atlet Banten sudah dipastikan lanjut ke babak delapan besar. Saya sudah janjikan, kalau nanti bisa tembus tiga besar, akan saya beri bonus Rp5 juta,” kata Ketua Pengprov Pertina Banten Verry Yugangga, Minggu (22/9).
Dijelaskan Verry, keempat atlet Banten tersebut, yaitu Sofia Rosalia Mofu kelas 57 kilogram, Marzuki Panggabean kelas 91 kilogram, Michael Saada kelas 69 kilogram, dan Michael Fransisco Paulo kelas 60 kilogram. Sementara atlet lainnya, yakni Pajar yang turun di kelas 81 kilogram masih menunggu giliran bertanding.
“Sofia menang angka dari Dessy atlet tuan rumah Maluku Utara. Michael Saada menang KO lawan Hairul atlet Maluku Utara. Marzuki lolos delapan besar dapat bye menunggu. Kemudian, Michael Fransisco menang atas Zaina atlet asal Kalimantan Barat,” jelas Verry.
Verry berharap, petinju Banten bisa menjaga tren positif hingga berdiri di atas podium. Sesuai amanah KONI Banten, yaitu tembus tiga besar sebagai syarat lolos menuju PON Papua 2020 mendatang.
“Memang target Pertina Banten tidak muluk, yang penting lolos Pra PON. Nanti akan kembali dimaksimalkan jelang ke PON Papua 2020. Harapannya, atlet yang lolos bisa sebanyak-banyaknya,” ungkap Verry.
Ketua Umum KONI Banten Rumiah Kartoredjo menegaskan, peringkat tiga besar merupakan syarat mutlak untuk berangkat ke PON 2020. Tujuannya, untuk membuka peluang merebut emas dan menekan tingginya biaya perjalanan dari Banten ke Papua nanti.
“Berbeda dengan PON 2016 di Jawa Barat, PON 2020 di Papua biayanya cukup tinggi. Sehingga, KONI Banten hanya akan memberangkatkan atlet yang lolos tiga besar di Pra PON 2019. Setelah lolos, atlet akan kembali ditempa dengan program Pelatda PON,” kata Rumiah. (rbs/nda/ira)









