TANGERANG – Kepala Desa Sukaasih, Kecamatan Pasarkemis, Usnata begitu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakatnya. Usnata ingin mengulang kesuksesan program pemberdayaan masyarakat dan pelatihan keterampilan pada 2017. Ia berupaya menekan angka pengangguran di Sukaasih.
Sukaasih menjadi salah satu desa di Kabupaten Tangerang yang dilirik investor. Di desa ini, telah berdiri 15 pabrik. Namun, aku Usnata, lapangan pekerjaan itu tidak mampu diserap warganya, terutama oleh kelompok usia produktif.
Di Sukaasih, ada sekira 300 pemuda pengangguran. Kata Usnata, itu karena tingkat pendidikan masyarakatnya masih minim. Rata-rata, para pemuda Sukaasih cuma lulusan sekolah menengah pertama.
Kondisi inilah yang menurut Usnata, sangat mengetuk hatinya untuk lebih banyak berbuat bagi masyarakatnya. Kondisi itu pula yang memaksa Usnata mesti memutar otak tentang bagaimana cara ia bisa meningkatkan perekonomian masyarakatnya.
”Kasihan melihat anak muda di sini. Susah cari kerja. Ya itu, karena rata-rata dari mereka hanya lulusan SMP. Enggak bisa melamar kerja jadi pegawai swasta, meskipun di sini banyak pabrik,” ungkap kepala desa yang biasa disapa Usbek ini di Kantor Desa Sukaasih, Jalan Raya Pasarkemis.
Usnata sharing pikiran dengan Kepala Seksi Perencanaan, Pemerintah Desa Sukaasih, Asep Saepudin. Hasilnya, tahun ini, Pemerintah Desa Sukaasih menggulirkan kembali program pemberdayaan masyarakat dan pelatihan-pelatihan keterampilan. Yakni, pelatihan perbengkelan otomotif dan pemberdayaan kerajinan tangan, serta pelatihan menjahit.
Program serupa yang dilaksanakan pada 2017 lalu bisa mengurangi angka pengangguran di desa ini. Tidak banyak memang. Sedikitnya, ada lima warga Sukaasih yang tidak lagi menganggur. Saat ini, mereka telah bekerja di bengkel las serta home industry pembuatan sarung tangan kain dan masker.
Usbek menerangkan, warga yang tidak lagi menganggur itu juga karena Pemerintah Desa Sukaasih memberikan bantuan berupa peralatan bengkel kepada peserta pelatihan tahun 2017. Yakni, Deden. Peserta pelatihan ini telah memiliki bengkel las listrik. Saat ini, Deden mampu merekrut tiga pemuda putus sekolah di desa ini menjadi karyawannya.
”Dengan menggunakan Dana Desa, kami (Pemerintah Desa Sukaasih-red) sudah memberikan bantuan berupa peralatan bengkel, seperti mesin las listrik, gerinda, bor, dan lain sebagainya. Itu untuk membantu perkembangan usahanya,” tegas pria berkumis tipis tersebut.
Asep Saepudin tidak menampik keterangan Usnata. Di mata Kepala Seksi Perencanaan Desa Sukaasih ini, Usnata adalah seorang kepala desa yang sangat memikirkan masyarakatnya.
Di bidang infrastruktur, pada 2018 Pemerintah Desa Sukaasih telah mencapainya sekira 80 persen. Antara lain, pembangun jalan beton dan paving block, pembangunan saluran pengolahan air limbah (SPAL), dan drainase.
”Kalau dari infrastruktur, kita (Pemerintah Desa Sukaasih-red) sudah mencapai 80 persen ya. Pemberdayaannya yang akan kita fokuskan (tahun ini-red). Ya contohnya seperti keahlian menjahit, kerajinan tangan, otomotif dan perbengkelan. Nah, PR (pekerjaan rumah-red) kita (Pemerintah Desa Sukaasih-red) tinggal memasarkan produknya,” jelas Asep.
PR ini sebenarnya telah dijawab oleh Pemerintah Desa Sukaasih. Sesuai kebijakan Usnata, Pemerintah Desa Sukaasih ikut membantu pemasaran sarung tangan kain dan masker. Usnata telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan di Sukaasih agar menampung industri rumahan itu untuk partai besar. Perusahaan-perusahaan ini mampu menampung puluhan hingga ratusan lusin sarung tangan kain dan masker.
Pemerintah Desa Sukaasih juga ikut membantu peran PKK Desa Sukaasih di bidang pendidikan. Taman Bacaan Masyarakat yang dibangun pemerintah desa, dipinjamkan kepada pengelola Sekolah PAUD Serupa (SPS). Anak-anak SPS yang diketuai oleh Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 2 Desa Sukaasih, Ade Dewanti, memanfaatkan Taman Baca Masyarakat setiap hari.
Sampai saat ini, sekolah untuk anak-anak usia dini ini belum resmi menjadi PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Pemerintah daerah belum memberikan sarana dan prasarana pendidikan pada SPS. (pem/rb/sub)







