CILEGON – Menjelang Pilkada Cilegon 2020, sejumlah tokoh mulai bergerilya memperkenalkan diri ke masyarakat. Helldy Agustian sebagai salah satu tokoh yang digadang menjadi bakal calon walikota juga tak mau ketinggalan.
Modal dukungan empat kursi DPRD Cilegon yang dimiliki Partai Berkarya memang belum cukup mengantarkan Helldy menjadi calon walikota. Ketua DPW Partai Berkarya Provinsi Banten itu masih perlu kerja keras mendapatkan partai atau gabungan partai politik yang memiliki empat kursi sebagai amunisi tambahan pencalonan.
Kepada Radar Banten, Helldy mengaku, sudah menjalin komunikasi dengan tokoh partai lain. Namun, ia enggan membeberkan siapa saja yang telah diajak kerja sama. Yang jelas, kata dia, Partai Berkarya masih membuka lebar pintu koalisi dengan partai lain. “Itu (koalisi) masih jauh, dengan siapa pun masih terbuka,” katanya, Senin (23/9).
Tetapi, sepertinya Helldy tak mau bergantung pada partai politik. Dalam beberapa hari terakhir, Helldy justru mulai menyalakan mesin ormas dan relawan. Tak kurang dari tiga kelompok relawan sudah dibentuk untuk menyukseskan Helldy. Antara lain Relawan Helldy Agustian Bersatu (Rehab), Gerakan Rakyat Menangkan Helldy Agustian (Geraha), dan Komunitas Pecinta Helldy (Kopeah).
“Saya tidak tahu sebelumnya, mereka yang bentuk sendiri. Tiba-tiba ada WA ke saya, katanya mau bikin komunitas ini,” ujar Helldy kepada Radar Banten, Senin (23/9).
Menurut Helldy, komunitas-komunitas yang muncul secara alami itu menjadi basis kekuatannya di luar sejumlah gerakan sosial yang telah ia bangun selama ini. Menurutnya, hal itu menjadi kekuatan lebih karena muncul dari kesadaran diri masyarakat.
Sementara itu, koordinator Rehab, Hawanto menuturkan, ia bersama sejumlah masyarakat membentuk komunitas tersebut karena munculnya animo masyarakat yang menginginkan perubahan di Kota Cilegon baik dari segi pendidikan maupun kesehatan.
Selain itu, masyarakat pun menilai Helldy sebagai orang yang tepat menjadi pemimpin Kota Cilegon karena telah banyak berkiprah dan berkontribusi untuk masyarakat, salah satunya melalui gerakan sosial Yayasan Suara Hati Kita. “Ini berangkat dari keinginan masyarakat yang menginginkan perubahan,” ujarnya.
Menurutnya, Rehab telah membentuk koordinator di setiap kecamatan dan kelurahan di Kota Cilegon. Di setiap kecamatan minimal terdapat 100 koordinator. Seluruh koordinator itu, menurutnya, telah bergerak. “Kami bergerak secara individu mengenalkan sosok Pak Helldy ke masyarakat luas,” ujarnya.
Relawan lainnya, Aip Syafillah menuturkan, ia bersama sejumlah masyarakat menilai Helldy cocok menjadi walikota Cilegon karena telah banyak memberikan sumbangsih. Selain melalui Yayasan Suara Hati Kita, juga melalui gerakan kebudayaan dengan membangun Sanggar Batik Krakatoa dan Gedung Creative Center.
“Dengan adanya semua itu, masyarakat banyak terbantu, saat akan mengadakan kegiatan, tidak pusing lagi cari tempat, semua masyarakat bisa menggunakan,” ujar mantan ketua Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) keenam tersebut.
Dengan sejumlah gerakan sosial dan sumbangsihnya selama ini, menurut Aip, masyarakat menilai Helldy merupakan sosok perubahan, ia telah membuktikan mampu menghadirkan yang sebelumnya tidak ada menjadi ada.
Sementara itu, Sekretaris Pemuda Pancasila (PP) Kota Cilegon EW Dahlan menuturkan, secara organisasi PP telah menyatakan dukungan kepada Helldy untuk maju di pilkada. PP menilai Helldy mempunyai pemikiran yang bagus untuk kemajuan Kota Cilegon.
“Kita pengin ada perubahan di Cilegon, karena Cilegon kan kota yang cukup potensial, sayang kalau itu tidak merata pembangunannya,” ujarnya.
PP mengaku, siap mengawal Helldy dalam kontestasi di pilkada nanti. PP akan mengerahkan seluruh anggota untuk menyosialisasikan sosok Helldy kepada masyarakat. (bam/ibm/ira)












