SERANG – Kerusuhan di Wamena, Papua, belum stabil. Kondisi yang tak menentu tersebut membuat warga perantau waswas. Mereka berharap, bisa segera pulang ke kampung halaman.
Belasan warga Banten yang masih tertahan di Papua juga masih menunggu penjemputan dari Provinsi Banten. Mereka berharap bisa segera pulang sebelum menjadi korban sasaran amuk massa.
Sebagian memilih mengamankan diri di posko pengungsian. Sebagian lagi tetap bertahan di kontrakan meski dihantui perasaan waswas.
“Kalau masalah keamanan, mereka (aparat kepolisian dan TNI-red) sudah siap, tapi tidak bisa diprediksi,” kata Nurhasanudin saat dihubungi Radar Banten via telepon seluler, Rabu (2/10).
Asumsi Nurhasanudin berkaca dari peristiwa pecahnya kerusuhan di Wamena. Meski aparat gabungan dari kepolisian dan TNI sudah berjaga, ternyata gelombang massa jauh lebih besar jumlahnya. “Mungkin salah prediksi atau apa, diprediksi massa sekian, tapi berkali-kali lipat, akhirnya (polisi-red) kalah jumlah,” katanya.
Bahkan, saat warga perantau yang menjadi korban amuk massa diamankan menggunakan kendaraan, ucap Nurhasanudin, massa justru menyerang aparat keamanan hingga luka di bagian kepala. “Yang kita takutkan ada bentrokan lagi, baik dari pendatang dan lokal, makanya kita ingin dipulangkan,” katanya.
Pria yang merantau sebagai pedagang bubur sejak 2012 silam itu mengatakan, saat ini kondisi mulai sedikit reda. Ia bersama warga lainnya sedang menunggu kedatangan tim dari Provinsi Banten yang akan menjemputnya. “Kondisi lagi aman, besok dari Pemda bilang akan jemput. Jadi, kita sedang siap-siap kumpul,” katanya yang mengaku sedang berada di Sentani, Jayapura. (Ken Supriyono)











