PANDEGLANG – Penusuk Menko Polhukam Wiranto, Syahril Alamsyah dan istrinya, Fitri Andriana, tinggal di sebuah kontrakan di RT 04 RW 05, Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Syahril sudah setahun mengontrak di kontrakan milik H Usep. Sementara Fitri baru dua bulan tinggal bersama Syahril di kontrakan tersebut.
Ketua RT 04 RW 05, Kampung Sawah, Desa Menes, Kecamatan Menes, Ahmad Sanusi mengetahui kepribadian Syahril dan istrinya sangat tertutup. “Syahril Alamsyah warga Medan ini tidak bersosialisasi. Warga setempat jarang yang kenal. Terkecuali hanya ketemu saat salat berjamaah di masjid. Sedangkan yang perempuan informasinya istri baru pelaku. Namanya saya enggak tahu,” katanya kepada Radar Banten, Kamis (10/10).
Sanusi menduga, kedua pelaku merupakan jaringan terorisme. “Setahu kami, mereka kalau ada di kontrakan tidak pernah keluar untuk bertetangga. Anak-anak mereka pun tidak disekolahkan. Kalau kami tahu dari dulu mereka ini teroris, akan kami usir dari sini,” katanya.
Sebelum tinggal di Menes, Syahril ternyata pernah berdomisili di Jalan Alfakah VI, Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Kota Medan, Sumatera Utara. Selama menetap di Medan, ia punya kemahiran mengoperasikam komputer. Dalam kesehariannya, pria yang akrab disapa Alam ini jarang bergaul.
“Dia sering kami panggil Alam. Sebelum rumahnya digusur kena pembebasan tol, dia (Alam) sehari-hari pandainya main komputer. Tapi, dia jarang bergaul keluar rumah,” kata Ani, warga Lingkungan V, Tanjung Mulia, Medan.
Selama ini, Alam telah bercerai dengan istri pertamanya yang diduga akibat tidak memiliki pekerjaan tetap. Ia selalu menutup diri di dalam rumah. “Dulu, sebelum dia (Alam) cerai dengan istrinya, sempat buka mesin dindong. Pernah digerebek polisi. Setelah itu, kami lihat dia (Alam) memilih untuk menekuni main laptop dan komputer di rumah,” jelas Ani.
Setelah kabar perceraiannya, Alam tinggal bersama dengan dua anaknya. Warga sekitar hanya mengetahui Alam rajin beribadah. Setelah adanya proyek tol pada 2017, Alam tidak lagi tinggal di rumah itu setelah mendapat kompensasi ganti rugi.
“Setelah ganti rugi, kami tidak tahu ke mana si Alam pindah. Baru tahu karena dia (Alam) ternyata pelaku penikaman Wiranto. Yang jelas, selama ini Alam orangnya pendiam dan tertutup, kami benar-benar tidak menyangka,” kata Ani. (herman/jpg)









