PANDEGLANG – Keberadaan Syahril Alamsyah (41) alias Abu Rara, penusuk Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto di Menes masih menyisakan tanda tanya. Ini tak lain, beredar informasi jika Abu Rara dan istrinya diminta oleh salah seorang bernama Samsudin.
Samsudin merupakan tetangga Abu Rara yang tinggal di Kampung Sawah RT 04 RW 01, Desa Menes, Kecamatan Menes. Sejak Abu Rara ditangkap dan dibawa tim Densus 88 Antiteror ke Jakarta, keberadaan Samsudin dan keluarganya ikut menghilang.
Selain tempat tinggal Abu Rara, kontrakan Samsudin pun ikut dipasang garis polisi hingga Kamis (16/10). Keberadaan Samsudin dan keluarganya juga saat ini belum diketahui. Dari penelusuran Radar Banten, kemarin, kontrakan Syahril dan Samsudin berukuran sekira 5×5 meter yang terdiri satu kamar tidur, satu ruang tengah, dapur, dan kamar mandi. Kediamannya masih terlihat sepi dan masih terdapat garis polisi.
Diyah, tetangga Samsudin dan Abu Rara mengaku belum melihat keluarga Samsudin kembali ke kontrakan. “Belum lihat, tempatnya juga masih tersegel,” katanya.
Diyah mengaku tidak mengetahui secara pasti asal kerabatnya Siti Aisyah, istri Samsudin. “Selama tinggal di sini ngakunya orang Cimanying, sementara Cimanying bukan nama kampung di Desa Menes, melainkan hanya nama perempatan,” katanya.
Menurut Diyah, kepribadian Siti Aisyah dan ibunya dikenal ramah dan baik sesama tetangga. Terkecuali Samsudin, lantaran jarang ada di kontrakan. “Banyak yang enggak tahu kepribadian Samsudin, jangankan ngobrol di kontrakan juga jarang terlihat,” katanya.
Mulyadi, Ketua RT 04 RW 01, Kampung Sawah, Desa Menes nonaktif, meyakini jika Samsudin yang membawa Abu Rara mengontrak. Namun, ia juga tidak mengetahui keterlibatan Samsudin dengan Abu Rara lebih jauh. “Kalau keterlibatannya sebagai apa saya juga enggak tahu,” katanya.
Mulyadi memastikan, selama kontrakan Samsudin masih tersegel belum ada kabar mengenai keberadaan keluarganya. Ia pun hanya mengetahui bahwa keluarga Samsudin merupakan asal Desa Menes, tetapi secara detail tidak ada alamatnya. “Soalnya saya juga enggak pegang data KK (kartu keluarga)-nya,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Kades Menes Basit mengaku belum mengetahui kabar terbaru soal keluarga Samsudin. “Belum tahu, soalnya saya juga sedang ada di Jakarta,” katanya.
Diketahui, Abu Rara pernah menyerahkan fotokopi identitas dirinya berupa KTP dan kartu keluarga (KK) ke pemilik kontrakan, H Yusep dan Ketua RT Mulyadi. Dari data diri itu diperoleh identitas Abu Rara merupakan seorang sarjana hukum (SH) dengan dua orang putri, putri pertamanya berinisial QR dan yang kedua berinisial RAL, keduanya kelahiran Medan. Mantan istri pertamanya yang masih masuk dalam kartu keluarga (KK) berinisial AF.
Abu Rara tinggal di kontrakan di Kampung Sawah, Desa Menes, sejak Februari 2019 dengan membawa putri keduanya berinisial RAL (13). Kemudian disusul istri mudanya, Fitri Andriana (21) yang ikut serta melakukan penusukan Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang.
“Saya ingetin (ke Abu Rara) KTP-nya kasih ke RT. Saya juga kasih tahu ke RT kalau ada yang mau ngontrak, sudah ngasih KTP juga ke RT-nya,” kata Yusep, pemilik kontrakan ditemui di kediamannya, Senin (14/10/2019).
Dia mengaku belum pernah berbicara dengan Abu Rara sejak pertama kali mengontrak rumahnya. Pelaku mendapatkan kontrakan itu berkat peran dari Samsudin.
Samsudin sebelumnya memberi tahu Syahril kalau di sampingnya ada kontrakan kosong. Hingga akhirnya Syahril setuju untuk mengontrak bertetangga dengan Samsudin.
Setelah disetujui Abu Rara, Samsudin langsung mendatangi rumah Yusep dan menyampaikan kalau ada yang ingin mengontrak rumahnya. Namun, Abu Rara disebutnya belum bisa datang karena sedang ada keperluan. (her/air/ags)








