LEBAK – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak membangun Jalan Bojongmanik – Cirinten – Gunungkencana sepanjang 10 kilometer. Pembangunan jalan penghubung tiga kecamatan tersebut menghabiskan anggaran kurang lebih Rp10 miliar.
Pantauan Radar Banten di Bojongmanik, Rabu (16/10), pelaksana kegiatan pembangunan jalan sudah mulai melakukan pengaspalan badan jalan dari arah Bojongmanik menuju Cirinten.
Sebagian badan jalan yang belum diaspal masih berdebu. Ketika dilintasi kendaraan debu beterbangan ke rumah penduduk.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto mengatakan, Pemkab Lebak tahun ini menuntaskan pembangunan jalan kabupaten dari Bojongmanik menuju Cirinten. Anggaran pembangunan jalan sendiri bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Banten, dan APBD 2019.
Total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan jalan penghubung tiga kecamatan itu kurang lebih Rp10 miliar.
“Bupati memerintahkan Dinas PUPR menuntaskan pembangunan jalan kabupaten dari Bojongmanik ke Gunungkencana tahun ini,” kata Wawan kepada Radar Banten, Selasa (16/10).
Jalan Bojongmanik – Cirinten – Gunungkencana, lanjutnya, merupakan jalur wisata yang akan banyak dilalui para pelancong luar daerah. Wisatawan nantinya diarahkan untuk mengunjungi beberapa obyek wisata unggulan di Lebak.
Pertama, mereka bisa menikmati tempat wisata di wilayah perkotaan, seperti Museum Multatuli, Balong Rancalentah, Pendopo Pemkab Lebak, dan bekas rumah Multatuli. Selanjutnya, wisatawan bisa diarahkan untuk mengunjungi obyek wisata Baduy. Dari Baduy, wisatawan yang ingin menikmati air terjun atau Curug Munding bisa melanjutkan perjalanan ke Gunungkencana.
“Dari Gunungkencana, wisatawan bisa langsung pulang ke Rangkasbitung atau mereka melanjutkan ke obyek wisata Pantai Bagedur, Pantai Pasir Putih, Pantai Sawarna, dan pantai lain di Lebak selatan,” terangnya.
Wawan berharap, pelaksanaan pembangunan jalan yang menyedot anggaran miliaran rupiah itu berjalan lancar dan hasilnya berkualitas. “Pengawasan terus kami lakukan agar hasil pembangunan berkualitas. Jika hasilnya kurang baik, maka kita akan minta pertanggungjawaban pengusaha yang menjadi pelaksana proyek di sana,” paparnya.
Namun, orang nomor satu di Dinas PUPR Lebak ini mengaku tidak mengetahui pelaksana pembangunan jalan kabupaten di Bojongmanik hingga Gunungkencana.
Suhanda, warga Desa Bojongmanik, Kecamatan Bojongmanik, mengapresiasi pembangunan jalan penghubung tiga kecamatan di Lebak tengah. Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akan memudahkan masyarakat ketika beraktivitas.
Selama ini, jalan dari Bojongmanik ke Gunungkencana kondisinya rusak, sehingga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat. Padahal, banyak warga di Bojongmanik maupun Cirinten belanja berbagai jenis kebutuhan pokok ke Gunungkencana.
“Saya berharap pembangunan Jalan Bojongmanik – Cirinten – Gunungkencana hasilnya berkualitas. Jangan sampai setelah dibangun jalan tersebut cepat rusak sehingga merugikan masyarakat. Karenanya, kita minta dinas terkait untuk ekstra melakukan pengawasan di lapangan,” harapnya. (tur/zis)









