TANGERANG – Pemerintah Desa Kubang, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang berkomitmen membantu pengusaha kecil untuk berkembang. Bantuan tersebut berupa pinjaman modal usaha dalam bentuk barang yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Kubang Berkah.
Hal itu dikatakan Kepala Desa Kubang Sukarna saat ditemui di kantornya, Kamis (17/10) lalu. Dia menjelaskan Bumdes mulai diresmikan 2018 lalu, dan berjalan hingga sekarang. “Alhamdulillah, Bumdes Kubang Berkah sudah berjalan. Tahun ini mendapatkan anggaran dana desa sebesar Rp150 juta. Bumdes bergerak pada usaha supplier sembako, tetapi yang berjalan rutin lebih pada suplai bahan baku lumpia seperti kebutuhan tepung terigu,” katanya.
Ditambahkan, suplai bahan baku lumpia tersebut digiatkan untuk membantu pengusaha lumpia agar terus berproduksi. Sejumlah pengusaha lumpia di desanya ada di Kampung Bojong Manuk RT 03 RW 04 dan sudah jadi penyuplai lumpia di berbagai pasar tradisional yang ada di Kabupaten Tangerang.
Sukarna menjelaskan, bantuan bahan baku itu diberikan lantaran dirinya tidak ingin pengusaha lumpia yang ada gulung tikar karena kesulitan modal. Hal itu lantaran hasil lumpia yang dijual ke pasaran, baru akan dibayar setiap satu minggu sekali, sedangkan produksi lumpia berjalan setiap hari. “Maka itu, kami berusaha membantu memudahkan para pengusaha lumpia mendapatkan bahan baku. Sistem bayarnya nanti jika mereka sudah mendapatkan hasil penjualan produksinya. Jadi produksi lumpia tetap berjalan dan enggak khawatir permodalan lagi,” jelasnya.
Selain suplai bahan baku lumpia, Bumdes yang diberi nama Bumdes Kubang Berkah itu juga menjual tabung gas elpiji tiga kilogram. Namun saat ini masih terbatas hanya 50 tabung dan baru bisa mencukupi kebutuhan pengusaha lumpia saja. Ke depan, bantuan juga akan diperluas kepada pengusaha tapai singkong dan kemungkinan juga pada pengrajin keset.
Ketua Bumdes Kubang Berkah Arsudin mengatakan, saat ini sekretariat Bumdes sedang dalam tahap pembangunan. Soal bahan baku yang disuplai berupa tepung terigu. Dimana setiap pengusaha lumpia minimal satu hari habis lima karung terigu. “Kalau untuk bantuan, biasa kami kirimkan sesuai permintaan masing-masing pengusaha lumpia,” tutupnya. (pem/rb/adm)











