Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran rawan gesekan. Persaingan antarcalon kepala desa dinilai lebih alot dalam merebut suara warga saat pencoblosan.
Sekretaris Panitia Pilkades Desa Sindangsari Jajuli mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi secara intens bersama pihak kepolisian setempat dan tokoh masyarakat agar pelaksanaan pilkades berjalan lancar. “Dari enam desa di Kecamatan Pabuaran yang melaksanakan pilkades, Desa Sindangsari paling rawan,” kata Jajuli kepada Radar Banten, Rabu (23/10).
Kata Jajuli, sekarang warga yang merupakan pendukung dari masing-masing calon kades mulai terjadi gesekan. Namun, belum sampai terjadi tindakan-tindakan anarkis atau keributan. “Kami sebagai pelaksana pilkades, terus berupaya agar warga tetap kondusif,” katanya.
Dijelaskan Jajuli, ada lima calon kades yang akan bersaing pada pencoblosan serentak 3 November nanti. Kelima calon kades yakni nomor urut satu Asiman, kedua H Muta’i, ketiga Wasehudin, keempat Rohman, dan nomor urut kelima H Citra Roy. “Semuanya putra daerah,” ungkapnya.
Kelima calon kades Sindangsari akan memperebutkan suara dari 5.497 daftar pemilih tetap (DPT), meliputi 2.497 laki-laki dan 2.651 perempuan. Jajuli mengaku, pihaknya saat ini sedang melakukan pembentukan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). “Semoga enggak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.
Samidi, warga Desa Sindangsari membenarkan jika pilkades di wilayahnya rawan terjadi gesekan. Namun Samidi mengaku, biasa saja dan tidak begitu berlebihan dalam mendukung salah satu calon. “Pilihan sih ada, tapi enggak mau berlebihan. Saya mah adem ayem aja,” katanya. (mg06/zee/ags)











