SERANG – Maraknya hiburan malam di Kota Serang menjadi sorotan Forum Persatuan Umat Islam Banten (FPUIB) dalam gelaran Parade Tauhid di Alun-alun Kota Serang, Jumat (25/10).
Mereka menilai, hiburan malam tidak mencerminkan wajah Kota Serang yang memiliki jargon Kota Madani. Sementara, belum ada keseriusan dari Pemkot Serang untuk menertibkannya.
Pembina FPUIB Ustaz Enting Abdul Karim mengatakan, parade tauhid itu dilakukan karena maraknya hiburan malam di Kota Serang. “Maraknya tempat hiburan di Kota Serang yang hari ini juga tidak jelas Pemkot menyelesaikannya. Kalau aturan Pemkot punya kemampuan tapi tidak punya kemauan,” katanya.
Aksi itu dilakukan sebagai awal dari FPUIB dalam mengawal hiburan malam di Kota Serang. FPUIB mengaku akan turun dengan massa lebih besar, jika Pemkot tetap tidak ada kemauan menyelesaikan hiburan malam. “Ini hanya pembukaan, kalau Pemkot tidak serius menyelesaikan tempat maksiat. Laskar yang akan berbuat. Ini santri khawatir terkait hiburan malam,” katanya.
Ketua FPUIB Abu Wildan juga mengatakan hal senada. Pihaknya meminta hiburan malam di Kota Serang segera dihilangkan. “Kemaksiatan yang ada di Kota Serang harus dimusnahkan,” ujarnya.
Selain tuntutan terkait hiburan malam di Kota Serang, FPUIB juga menyoroti perampasan bendera tauhid yang terjadi di Cianjur pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) lalu dan tragedi kemanusiaan di Wamena, Papua.
Parade tauhid yang diikuti ratusan massa itu dimulai dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaan di Masjid At Tsauroh, Kota Serang. Massa kemudian berjalan dari masjid menuju Alun-alun Kota Serang.
Selama jalan dan orasi, masa mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Sebanyak 200 personel Polres Kota Serang diterjunkan.
Berbeda dengan pengawalan biasanya, semua aparat kepolisian yang mengawal mengenakan kopiah warnah putih. “Ini kan sebenarnya kita menyesuaikan dengan situasi karena aksi kemanusiaan dan aksi ini yang menyelenggarakan umat Islam. Kita menyesuaikan dengan beliau para ulama, para kiai yang ikut aksi,” kata Kapolres Serang Kota AKBP Edhi Cahyono usai pengawalan di lokasi.
Kata dia, pihaknya akan kembali menyesuaikan kondisi aksi dalam berbusana saat melakukan pengawalan. Hal itu agar bisa mendinginkan suasana. “Nanti kita lihat situasinya, kita menyesuaikan dengan kegiatan itu. Karena atribut ini kan bisa mendinginkan suasana,” ujarnya. (ken/air/ags)








