TANGERANG – Luas wilayah Desa Sukadiri, Kecamatan Sukadiri, sekira 53 hektare. Lahan pertaniannya, sekira 23 hektare. Sawah-sawah di desa ini masih terjaga. Desa berpenduduk 5.000-an jiwa ini belum tersentuh oleh tangan-tangan investor atau pengembang properti.
Oleh karena itu, menurut Kasi Pemberdayaan Sukra (45), Pemerintah Desa Sukadiri terus berupaya mempertahankan swasembada beras di desanya. Dari sekira 23 hektare sawah di desa ini, per hektare menghasilkan lima ton gabah kering.
Pemerintah Desa Sukadiri, lanjut Sukra, juga tengah menggarap potensi desa melalui program pemberdayaan masyarakat. Antara lain, budi daya ikan lele, budi daya bebek, pembesaran ayam negeri, dan pembinaan kepada perajin kusen.
”Pembesaran ayam di RT 05, RW 02, Kampung Karanggetak, sedang kami genjot. Soalnya, prospek pemasarannya sudah sangat bagus. Hanya tinggal memajukan lewat permodalan saja,” tutur Sukra pada Kamis (9/5).
Budi daya ikan lele dan bebek di RT 03, RW 01, Kampung Sukadiri, juga disebutkan menjadi prioritas Pemerintah Desa Sukadiri untuk dikembangkan. Pasalnya, pangsa pasarnya sudah jelas.
”Bukan itu saja, sektor kerajinan seperti pembuatan kusen, juga terus kami tempa. Caranya, dengan memberikan bantuan peralatan yang modern dan kekinian agar pembuatannya lebih cepat,” jelas Sukra.
Kasi Pemerintahan Desa Sukadiri Jarudin (41) menambahkan, kerajinan lain yang juga digeluti oleh beberapa warganya adalah piring dari rotan. Piring semacam ini sering kita jumpai di rumah makan Sunda.
”Selain itu, penanganan infrastruktur sudah berjalan dengan baik, tinggal 20 persen saja yang belum terealisasi. Mudah-mudahan, tahun ini, segera terwujud kekurangannya,” pungkas Jarudin. (pem/rb/sub)










