TANGERANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Banten menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VII yang berlangsung di Ballroom Atria Hotel, Gading Serpong, Tangerang, Senin (28/10). Musda kali ini mengusung tema ‘Meningkatkan Peran Serta DPD REI Banten Membangun Industri Properti yang Tangguh dan Berwawasan Lingkungan di Provinsi Banten’.
Ketua DPD REI Banten Roni Hadiriyanto Adali mengatakan, Musda VII untuk mencari ketua REI Banten periode 2019-2022. “Musda ini untuk menghasilkan calon pemimpin yang bisa membawa Banten menjadi lebih maju dalam bidang properti,” ungkap Roni. Ia menyebutkan, saat ini jumlah perusahaan yang tergabung dalam REI Banten mencapai 175. Sekitar 75-80 persen bergerak di rumah subsidi.
Ia berharap, ketua REI Banten mendatang harus terus bekerja keras dan mau melayani para anggotanya karena sebagai ketua REI Banten harus punya jiwa untuk membantu para pengembang. “Terutama yang mengalami kesulitan dan salah satu tugasnya adalah mendorong mereka untuk bisa eksis,” katanya.
Ketua DPRD Banten Andra Soni mengatakan, anggota REI di Banten hampir 200 pengembang menandakan daerah Banten tempat menarik untuk investasi. “Ke depan Banten akan tetap menarik bagi investor dan keberadaan REI bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ketua DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan, musda yang berlangsung tiga tahun sekali berlaku di pengurus pusat dan daerah. “Jika di pusat hanya berlaku satu periode dan kalau daerah bisa dua periode karena ada banyak permasalahan yang harus diselesaikan,” katanya.
Menurutnya, saat ini, REI banyak mengalami suatu kemajuan yang besar dan berusaha untuk maju. “Semoga REI bisa terus lebih maju dan sekarang lebih maju lagi dari sekarang,” katanya.
Ia mengungkapkan, saat ini, penjualan properti mengalami perlambatan bahkan turun hingga 60 persen untuk komersil. Namun, yang subsidi juga pangsa pasarnya banyak, tetapi kuotanya habis. “Pengembang rumah subsidi ini yang tengah kesulitan dalam melakukan penjualan karena kouta habis dan program BP2BT juga belum berjalan. Semoga segera ada informasi dari pemerintah agar pengembang bisa kembali berjualan karena banyak rumah yang sudah dibangun,” katanya. (skn/aas/ags)









