LEBAK – Dua ruang kelas dan satu ruang guru SMAN 2 Leuwidamar di Kampung Cisimeut, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak disegel pemilik lahan bernama Ismail Karis, Sabtu (2/11). Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) terganggu karena siswa harus belajar berdesak-desakan di ruangan kelas.
Pantauan Radar Banten di SMAN 2 Leuwidamar, ruang kelas X A, X B IPA, dan ruang guru di segel menggunakan papan kayu. Dua papan kayu dipaku di depan pintu masuk ruang kelas. Kondisi tersebut membuat anak-anak tidak bisa masuk untuk melaksanakan KBM sejak Senin (4/11) lalu. Karena itu, pihak sekolah terpaksa menyekat ruang kelas lain agar anak-anak kelas X bisa tetap mengikuti KBM di ruangan.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMAN 2 Leuwidamar Rahmat Arif mengatakan, KBM di SMAN 2 Leuwidamar tetap berjalan. Sekolah menyekat ruang kelas lain untuk bisa digunakan kelas X A dan X B IPA. Namun, KBM harus berdesak-desakan, karena ruangan yang digunakan cukup sempit.
“Kalau KBM enggak terganggu. Artinya masih ada ruangan yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” kata Rahmat Arif kepada wartawan, Rabu (6/11).
Muhamad Dana, siswa kelas X IPA 2, mengungkapkan, sejak Senin dirinya dan yang lain belajar di ruang kelas yang disekat. Kondisi tersebut tentu tidak nyaman, karena para pelajar harus berdesak-desakan dengan siswa yang lain. Akibatnya, para siswa tidak fokus ketika mengikuti KBM. (Mastur)








