LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak untuk lebih serius dan maksimal dalam menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat. Saat ini, jumlah anak dengan status stunting di Lebak masih tinggi, yakni 4.684 anak.
Anggota DPRD Lebak Zaenal Faoji atau yang akrab disapa Haji Eeng menyatakan, penanganan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Sehingga, hasilnya bisa maksimal dalam menekan angka stunting di 28 kecamatan.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh dinas kesehatan. Harus ada kolaborasi lintas sektor agar hasilnya optimal,” ujar Haji Eeng kepada Radar Banten, Kamis 16 April 2026.
Menurutnya, upaya percepatan penurunan stunting perlu difokuskan pada intervensi gizi spesifik dan sensitif, terutama bagi ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.
Selain itu, DPRD juga mendorong Pemkab Lebak untuk meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, serta pentingnya sanitasi dan lingkungan sehat.
“Kesadaran masyarakat juga menjadi kunci. Edukasi harus terus digencarkan agar masyarakat memahami pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, politisi Partai Gerindr aini juga mengapresiasi penurunan angka stunting dari tahun sebelumnya. Namun, dia meminta Pemkab tidak berpuas diri, karena saat ini masih ada ribuan anak yang menderita stunting.
“Upaya yang telah dilakukan Pemkab Lebak sudah cukup baik. Kita minta Pemkab konsisten dalam menangani anak dengan stunting, sehingga ke depan jumlahnya bisa terus berkurang,” tukasnya.
Editor: Mastur Huda











