KRONJO – Desa Bakung, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang dijuluki sebagai pemasok cabai merah. Hal itu lantaran di desa tersebut ada 17 hektare perkebunan cabai merah yang dikelola petani.
Sekretaris Desa (Sekdes) Bakung Taopik mengatakan, sebagian luas lahan pertanian di desanya tersebut merupakan persawahan tadah hujan yang hanya mengandalkan air hujan sebagai sumber pengairan sawah.
“Sawah tadah hujan bisa dikatakan sawah yang mengandalkan sumber air dari hujan. Bukan mengandalkan air dari irigasi. Tetapi meskipun minim sumber air, tidak membuat putus asa para petani di desa kami. Makanya banyak dari mereka kemudian beralih tanam dari padi ke cabai,” katanya saat ditemui di kantornya, Kamis (7/11).
Taopik menerangkan, cabai yang ditanam para petani didominasi oleh cabai merah. Dalam satu hektare, rata-rata petani bisa menghasilkan empat ton cabai merah dalam sekali panen. “Setelah dipanen, hasilnya kemudian dijual ke Pasar Induk di Tanah Tinggi, Kota Tangerang,” terang Taopik, saat mengunjungi perkebunan cabai merah di Kampung Kandang Gede RT 15 RW 03.
Untuk membantu para petani dalam mengembangkan usaha pertanian cabai merah, Pemdes Bakung berencana akan memberikan bantuan modal melalui koperasi simpan pinjam yang akan dibentuk desa. Bantuan permodalannya bisa berbentuk bibit cabai merah atau alat perlengkapan yang dibutuhkan untuk membantu usaha pertanian yang ditekuni.
Di tempat yang sama, seorang petani cabai merah bernama Juwen mengatakan, ia mulai menjadi petani sejak tahun 2008 lalu, dan menanam cabai di lahan seluas 3.000 meter persegi. Ia mengaku, keahliannya bertani didapat secara turun temurun dari orangtuanya. “Dari lahan ini, saya dapat menghasilkan cabai merah sebanyak 1,2 ton hingga masa panen berakhir,” kata pria berusia 39 tahun itu.
Menurutnya proses menanam cabai dimulai dari persemaian bibit, selama 28 hari ataupun 30 hari. Setelah itu, bibit cabai merah dipindahkan ke media tanam. Jarak tanam antara bibit yang satu dengan yang lain berjarak 30 sentimeter dan 60 sentimeter.
Kemudian setelah pohon cabai berusia lima sampai tujuh pekan barulah di panen per tiga hari sekali. “Masa panen cabai merah saya, bisa berakhir sampai delapan pekan. Kalau ditotal omzetnya bisa mencapai antara Rp15 juta sampai Rp20 juta,” ungkapnya. (pem/rb/adm)








