CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat jika jumlah penduduk Banten pada tahun 2025 mencapai 12,47 juta orang. Fakta menariknya, dari jumlah tersebut, 16 persennya ternyata bukan warga lokal. Melainkan migran dari luar daerah.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dalam lima tahun terakhir persentase migrasi penduduk ke daerah ini mencapai 2,15 persen dari jumlah penduduk.
Provinsi Banten menjadi salah satu tujuan migrasi penduduk dari berbagai daerah karena memiliki daya tarik secara ekonomi.
“Tercatat, sekitar 16,87 persen penduduk Banten merupakan penduduk migran,” ucap Andra Soni pada Halalbihalal Ikatan Batak Muslim Provinsi Banten tahun 2026 di Islamic Center Cilegon, Jalan Jombang Masjid, Jombang Wetan, Kota Cilegon, Minggu 19 April 2026.
Menurutnya, hal itu turut mendukung pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten karena masyarakat yang datang memiliki semangat bekerja, memiliki keterampilan dan semangat pertukaran pengalaman.
Andra Soni mengaku, selama bergaul dengan masyarakat Batak, mereka memiliki karakter pekerja keras dan pejuang. “Sehingga banyak yang sukses,” ucapnya.
Gubernur juga memberikan apresiasi atas kegiatan halalbihalal yang dilaksanakan sehingga mempersatukan warga di perantauan. Dari silaturahmi ini, diketahui bahwa banyak warga yang sudah menetap bertahun-tahun dan membantu pertumbuhan ekonomi daerah. “Mereka telah menetap sebelum Provinsi Banten terbentuk,” katanya.
Seperti diungkap Ketua Ikabamus Provinsi Banten Edison Sitorus, Ikabamus dibentuk untuk mempertemukan dan meningkatkan persaudaraan warga Batak Muslim. Perkumpulan ini dilakukan sekaligus mempererat persatuan dan menjaga hubungan.
“Bersatu dalam ukhuwah Islamiyah. Meningkatkan silaturahmi karena ada perkumpulan atau persatuannya, serta meningkatkan kontribusi dan terus berkembang,” katanya.
Acara hahalbihalal ini juga dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13 Ma’ruf Amin. Acara itu berlangsung dengan khidmat.
Editor: Abdul Rozak









