SERANG – Indra Nur Hadi (30) dan Fifi Hanifah (27) menderita luka bakar serius. Pasangan suami istri (pasutri) asal Kampung Wakaf, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang itu terbakar saat berada di dalam kamar, Senin (18/11) malam.
Peristiwa itu terjadi sekira pukul 23.00 WIB. Kobaran api melahap kamar tidur pasutri itu. Tetapi, panasnya api dan asap membuat kedua korban tak sadar. Kebakaran itu disadari oleh ibu kandung Fifi usai asap pekat keluar dari kamar tidur korban.
“Saya kebetulan tidur di samping kamar yang terbakar itu. Ibu saya berteriak kebakaran. Waktu saya keluar, ibu sedang mendobrak pintu dan asap hitam sudah penuh di dalam rumah,” kata Sahril Wasisi, adik kandung Fifi, Selasa (19/11).
Setelah pintu kamar berhasil didobrak, kedua korban dibawa ke luar rumah. Warga sekitar membantu keduanya pergi ke RSU dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang.
Kobaran itu menyebabkan Fifi mengalami luka bakar 80 persen. Yakni, bagian muka sampai dengan kaki. Sementara Indra mengalami luka bakar 20 persen. Yakni, bagian kaki dan tangan. “Kalau suaminya cuma tangan dan kakinya saja,” ujar Sahril.
Sahril mengaku tidak mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Tetapi, Indra menyimpan botol berisi bensin di dalam kamar. “Enggak tahu penyebabnya apa, tapi di dalam kamar ada botol berisi bensin,” ucap Sahril.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Indra Feradinata menduga kebakaran tersebut disebabkan oleh botol bensin yang berada di dalam kamar. “Info awal karena puntung rokok (pemicu kebakaran-red). Tapi, ternyata di sana (kamar-red) ada botol bensin. Sempat terjadi ledakan di dalam kamar,” kata Indra.
Bensin tersebut kata Indra didapat dari mobil korban. Bahan bakar minyak (BBM) tersebut dikeluarkan dari mobil oleh korban Indra karena akan ditarik leasing. “Korban ini kerjanya sebagai sopir Grab, karena enggak bisa melunasi setoran (mobil-red) bensin itu dikeluarkan,” kata Indra.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Kedua korban belum dapat diperiksa lantaran masih mendapatkan perawatan intensif. “Kita harus periksa dulu korbannya (untuk mencari tahu penyebab kebakaran-red), tapi pemeriksaan tersebut belum dapat dilaksanakan karena masih mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Indra. (mg05/nda/ira)










