SERANG – Pemkot Serang masih mengandalkan bantuan alokasi khusus dari pemerintah pusat untuk membangun rumah tidak layak huni (RTLH). Bantuan tersebut melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) yang disalurkan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang.
Kepala Bidang (Kabid) Perumahan pada DPRKP Kota Serang Dadan Priatna mengaku hingga kini masih mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat untuk membangun RTLH di Kota Serang. “Iya masih pakai DAK (dana alokasi khusus-red), tahun ini ada 62 unit rumah yang akan dibangun dan program BSPS 20 unit rumah,” ujarnya kepada Radar Banten, Senin (20/1).
Dadan menjelaskan, dari alokasi bantuan yang diterima, untuk dana peningkatan kualitas rumah sebesar Rp17,5 juta dan untuk pembangunan rumah baru Rp35 juta. Kata dia, tak kurang dari 1.000 unit rumah kebutuhan pembangunan RTLH di Kota Serang. Namun, update data terus dilakukan untuk mendapatkan validasi tiap tahun. “Kita belum keluar datanya, tapi berdasarkan data Kotaku tak kurang dari 1.000 RTLH,” terangnya.
Tiap tahun, kata Dadan, pihaknya mengusulkan tak kurang dari 500 unit RTLH ke pemerintah pusat. Tahun ini terealisasi sebanyak 262 unit. Untuk DAK sudah berjalan verifikasinya di Kelurahan Sayar, Kasunyatan, Panancangan, dan Cipare. “Perlu intens tiap tahun mengusulkan ke pusat. Usulan dan DAK ke pusat 2018 dan 2019 sebanyak 500 unit. Tapi, hanya setengahnya yang terealisasi,” katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala DPRKP Kota Serang, Iwan Sumardi mengaku tahun ini secara jumlah ada penambahan pembangunan RTLH dari 2019. Tiap tahun, pihaknya memvalidasi data RTLH. “Alhamdulillah jumlah tahun ini lebih banyak dari tahun 2019,” terangnya.
Selain pembangunan RTLH, pihaknya menyiapkan alokasi anggaran bagi rumah yang terkena bencana. Awal tahun 2020, telah menyiapkan 10 pembangunan rumah korban bencana. “Di luar itu, kami menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah korban bencana. Ada 10 rumah, di antaranya di Kasemen,” katanya.
Sementara itu, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, ke depan terus berupaya menambah jumlah unit RTLH yang akan dibangun. Jika tak menggunakan APBD pihaknya akan berusaha terus menambah kuota dari pemerintah pusat. “Memang ini salah satu menjadi rencana kami. RTLH 2020 sengaja difokuskan di pusat kota terlebih dahulu seperti di Kecamatan Serang,” terangnya.
Selain itu, kata mantan kepala Dishub Kota Serang ini, pihaknya menekankan pada keakuratan data penerima bantuan. Sehingga, program ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. “Insya Allah tahun ini, lebih banyak agar RTLH bisa berkurang,” pungkasnya. (fdr/alt/ags)

