SERANG – Para pengusaha bidang pariwisata tengah bersiap menghadapi libur akhir tahun yang tinggal satu bulan lagi. Untuk meminimalisir penyebaran dan penularan Covid-19, para pegawai hotel akan diswab terlebih dahulu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Banten Achmad Sari Alam mengatakan, ratusan hotel sedang mengantre untuk mendapatkan sertifikat program clean, health, safety & environment (CHSE) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan. “Sertifikat itu merupakan bukti hotel telah menerapkan protokol kesehatan sesuai standar Kemenpanekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif-red) untuk mencegah penularan Covid-19,” ujar Sari Alam, kemarin.
Menurutnya, diswabnya para pegawai menjadi sebuah bukti bahwa hotel tersebut menerapkan protokol kesehatan. Sekira 20 hotel di Banten sudah ada yang mendapatkan sertifikat CHSE dari Kemenparekraf. Jumlah itu tersebar di kabupaten/kota yang ada di Banten. Namun, paling banyak tersebar di Tangerang Raya.
Ia mengatakan, CHSE merupakan piagam yang diberikan Kemenpanekraf kepada hotel dan restoran yang memenuhi standar protokol kesehatan. Masih ada sekira 600 hotel dan restoran di Banten yang juga mengajukan sertifikat CHSE.
Kata dia, CHSE tidak bersifat wajib dan bebas biaya. “Kami setuju saja karena program pemerintah pusat dan untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
Sari Alam mengatakan, seluruh hotel di Banten terutama yang tersebar di tempat pariwisata siap menyambut tamu saat libur akhir tahun 2020. Masing-masing telah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.
Ia optimistis hotel di daerah wisata di Banten akan penuh saat libur akhir tahun nanti karena anggota PHRI di Banten sudah siap protokol kesehatan. Selain protokol kesehatan, pihaknya juga telah melaksanakan nota kesepahaman atau biasa disebut dengan memorandum of understanding (MoU) dengan pihak kepolisian untuk memastikan keamanan. Tak hanya itu, ia juga mengatakan, infrastuktur yang sudah baik ke destinasi wisata juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan ke Banten. “Jarak tempuhnya hanya satu setengah jam, kebersihan, dan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak-red) sudah dipenuhi, serta harga cukup menawan,” tutur Sari Alam.
Berdasarkan libur cuti bersama di akhir Oktober lalu, pariwisata Banten kembali bergairah. Selama pandemi Covid-19, tingkat pariwisata di Banten mengalami penurunan.
Ia mengatakan, terjadi pertumbuhan positif selama long weekend atau libur panjang itu. “Okupansi (tingkat hunian kamar hotel-red) meningkat 80 sampai 90 persen,” ujarnya.
Kata dia, selama pandemi Covid-19, tingkat hunian kamar hotel mengalami penurunan. Namun, hotel saat libur panjang Sumpah Pemuda dan Maulid Nabi Muhammad SAW beberapa waktu lalu mengalami peningkatan yang luar biasa. Padahal, tak ada promo khusus yang dilakukan para pengusaha hotel dan restoran di Banten.
Sari Alam mengaku, daerah yang paling banyak pengunjung hotelnya adalah Anyer dan Tanjung Lesung. Sedangkan pengunjung restoran justru banyak di daerah Tangerang Raya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banen dr Ati Pramudji Hastuti mengatakan, per kemarin, jumlah kasus konfirmasi di Banten sebanyak 12.091 orang. Jumlah itu mengalami kenaikan 125 kasus dibandingkan hari sebelumnya. Jumlah kasus konfirmasi itu terdiri dari 1.769 masih dirawat, 9.957 sembuh, dan 365 meninggaldunia. (nna)









