TAKTAKAN-Penataan yang dilakukan oleh warga RT 17, RW 06, Lingkungan Taman Baru, Kelurahan Taman Baru, Kecamatan Taktakan, mulai membuahkan hasil.
Tak salah, jika warga mengincar juara kategori kampung berbunga dan warga terinovatif pada penilaian Lomba Resik Lan Aman (LRLA) Kota Serang 2021 nanti.
Setelah dua bulan bekerja keras, kini warga disibukkan dengan proses pengecatan dan pembibitan tanaman bunga.
Senin (28/6), Radar Banten berkesempatan mengunjungi kampung tersebut. Saat itu, warga terlihat tengah sibuk menata lingkungannya. Di sepanjang jalan sekira 300 meter, warga sibuk dengan tugas masing-masing, anak-anak mengecat pagar bambu, bapak-bapak memotong rumput, ibu-ibu menyapu jalan agar terbebas dari sampah plastik.

Di pinggir jalan sebelah kanan, warga sudah menanam berbagai bibit bunga. Ditargetkan, tanaman bunga sudah mulai mekar pertengahan Juli. Sementara sebelah kiri jalan, akan ada lukisan pemandangan alam di tembok pagar.
Ada juga terlihat seorang pemuda sedang melukis dinding pagar pembatas jalan setinggi tiga meter. Beragam gambar dibuat. Mulai dari burung garuda, kalimat imbauan pola hidup bersih dan sehat, gambar pemandangan alam, dan lainnya.
Di samping pos ronda, warga mengubah lahan seluas 50 meter persegi yang dulunya tempat pembuangan sampah, menjadi taman bunga dan sarana bermain anak.
Ketua RT 17 Subak mengatakan, proses penataan sudah dimulai sejak dua bulan lalu. Warga sangat antusias menyambut lomba kebersihan dan keamanan ini. “Kita kerja bakti itu setiap Sabtu dan Minggu, hari biasa juga ada yang kerja bakti, tapi sedikit,” katanya.
Suanah, warga sekitar, mengaku rombongan ibu-ibu turut serta menyukseskan RT 17 ini untuk ajang lomba. Setiap pekarangan rumah, ibu-ibu wajib menghiasinya dengan tanaman bunga. “Kita juga nyapu setiap pagi dan sore, supaya lingkungan bersih,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Taman Baru Arifudin memastikan penataan di Lingkungan Taman Baru rampung sebelum penilaian tahap pertama pada awal Juli nanti. “Kami bidik kategori berbunga dan inovatif,” ungkapnya.
Namun, diakui Arifudin, masih banyak ditemui kekurangan. Yakni, penataan yang belum selesai, pos ronda yang belum dilengkapi alat keamanan, serta persyaratan administrasi. “Tapi kan ada dua tahap penilaian, masih ada waktu buat menunjukkan hasil sempurna,” pungkasnya. (mg06/nda)









