LEBAK – Pengusaha tambak udang Frans di Pondokpanjang, Kecamatan Cihara, memberikan santunan kepada anak yatim dan jompo di sekitar tambak udang. Kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial pemilik tambak udang terhadap masyarakat.
Pengelola tambak udang Frans Cihara, Siswandi menyatakan, tambak udang yang dikelolanya diharapkan berjalan lancar dan hasilnya memuaskan. Untuk itu, dirinya menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah mendukung kegiatan usaha tambak udang tersebut.
“Sebagai bentuk apresiasi terhadap masyarakat yang telah mendukung keberadaan tambak udang, kami menyalurkan bantuan untuk yatim dan jompo pada momentum hari raya idul adha. Kepedulian kepada lingkungan sekitar tambak penting agar kami yang berusaha merasa aman dan nyaman. Tentunya dengan terus berkoordinasi bersama ketua RT, RW, desa dan para warga,” ujar Siswandi kepada Radar Banten, Sabtu (24/7).
Dijelaskannya, saat ini tambak Frans memiliki 8 kolam produksi dengan 2 tambak tandon dan 1 kolam instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Ipal dibuat agar air yang sudah dipakai tambak udang aman bagi lingkungan.
“Sejak beroperasi pada Februari 2021 lalu, tambak baru satu kali siklus panen. Pengelolaan tambak udang yang butuh perlakuan khusus membuat lokasi tambak tak sembarang dikunjungi orang luar agar kesehatan udang terjaga,” terangnya.
Ade, Ketua RT 2 RW 4 Kamping Karanghideung, Desa Pondokpanjang, Kecamatan Cihara, mengapresiasi, komitmen pengusaha tambak udang Frans Cihara terhadap masyarakat di sekitar tambak udang. Walaupun baru pertama kali panen, pihak pengusaha tetap berbagi dengan anak-anak yatim dan jompo di Karanghideung.
“Alhamdulillah, kami sudah merasakan manfaat keberadaan tambak udang Vaname di desa kami saat lebaran haji. Ada santunan yang sudah kami terima dan salurkan ke beberapa anak yatim dan jompo. Kami berdoa agar operasional tambak berjalan lancar dan berhasil,” ujar Ade singkat.(Mastur)










