Singkat cerita, keduanya menikah dengan pesta cukup meriah. Tamu yang hadir tak lupa mengucapkan selamat kepada Mila dan Udin yang tengah berbahagia, diiringi alunan musik dangdut yang merupakan hiburan acara pernikahan mereka. Setelah acara selesai, para tamu undangan meninggalkan lokasi hajatan, menyisakan Udin dan Mila yang masih terjaga di kamar pengantin. Tentu saja, mereka tak mau melewatkan malam pertama yang sudah terbayang- bayang di mata selepas lelah melayani tamu yang datang. “Badan pegel. Tapi, malam pertama menjadi malam paling membahagiakan waktu itu. Mas Udin sampai buka baju duluan, ya sudah tempur deh,” ujar Mila mesem- mesem.
Esoknya mereka bangun kesiangan. Mila pun mulai menjalani rumah tangga bersama Udin. Awalnya hubungan mereka berjalan harmonis meski status Udin hanyalah seorang pengangguran. Namun Udin pandai mengambil hati mertua, karena kegesitannya mau membantu semua pekerjaan mertua selama menumpang tinggal. Mulai dari merapikan tanaman halaman depan, berkebun di belakang rumah, sampai membuat bale-bale untuk santai dan berkumpul setiap sore. “Mas Udin itu orangnya rajin dan enggak pernah mengeluh,” ucapnya.
Sampai akhirnya, Mila kedatangan dua kabar bahagia sekaligus. Yakni, Mila positif hamil dan Udin diterima kerja sebagai karyawan di pabrik sepatu. Tentu saja kabar itu membuat hubungan keduanya semakin mesra. Beberapa bulan kemudian, Mila memberanikan diri untuk mengambil rumah sederhana dengan proses kredit. Ceritanya belajar mandiri. Udin pun mulai sibuk mengurus surat-surat kredit rumah. Setelah mempunyai tabungan yang cukup, Mila dan Udin pun berencana merenovasi rumahnya agar lebih nyaman untuk ditempati. Namun, sejak itu pula prahara rumah tangga mulai terasa. “Dia (Udin-red) mulai sering telat pulang. Padahal, saya lagi sayang-sayangnya, pengennya deket aja,” katanya.
Udin pergi kerja dari pagi, sorenya sepulang kerja langsung menengok rumahnya yang sedang direnovasi. Tengah malamnya baru pulang, begini saja tiap hari. Bahkan, Udin sampai menyita hari liburnya yang seharusnya waktu itu khusus untuk kumpul keluarga. Udin memilih pergi dengan alasan ingin mengontrol kegiatan renovasi rumah. “Kesel banget dia pergi-pergian mulu. Kayak enggak ada waktu lain aja,” tukasnya.
Suatu hari, Mila yang mulai kesal pergi menyusul Udin ke lokasi rumahnya yang sedang direnovasi secara diam-diam menggunakan kendaraan roda empat milik orangtuanya malam-malam. Setelah tiba di lokasi, betapa kagetnya Mila karena dari dalam mobil melihat suaminya bukannya sedang mengontrol rumah, malah asik duduk berduaan bersama wanita muda yang mengenakan daster di lokasi yang penerangannya minim. “Malem-malem ngobrol berdua gelap-gelapan, ngapain coba itu,” keluh Mila.
Mila yang terbakar api cemburu langsung turun dari kendaraan dan menegur suaminya yang tampak kaget. Seketika itu, Mila meminta Udin pulang dengan nada tinggi. Udin yang ketangkap basah, tentu saja tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti perintah Mila. Setibanya di rumah, keributan di antara keduanya tak bisa dihindari. Setelah diminta menjelaskan, Udin mengaku hanya mencoba bersikap ramah saja kepada tetangga. Namun, Udin juga menjelaskan jika wanita yang bersama dia sedang galau setelah ditinggal suaminya berbulan-bulan karena bekerja di Papua.
Tentu saja, pengakuan Udin itu semakin menyulut emosi Mila hingga mengusir Udin dari rumahnya. “Dia bilang enggak ngapa-ngapain, tapi siapa yang tahu. Ngomongnya cuman kontrol rumah, eh malah asik sama mama muda berdaster, enggak beres,” tukasnya.
Akhirnya, sejak kejadian itu Mila memutuskan pisah ranjang meski perut Mila dalam kondisi buncit, karena menjelang waktunya. Tiga bulan kemudian, Mila melahirkan. Hari itu, Udin datang menemani proses lahiran istrinya. Melihat itu, Mila yang memang terlalu sayang pada Udin akhirnya memaafkan kesalahan suaminya. “Tapi saya minta jual rumah itu (yang sedang direnovasi-red). Kita cari lagi perumahan lain,” tuntutnya.
Udin tentu saja menuruti permintaan Mila. Kini mereka hidup bahagia dengan satu anak. (drp/alt)











