TIGARAKSA – Pilkades serentak di 77 desa di Kabupaten Tangerang bakal digelar pada 10 Oktober 2021. Pemkab Tangerang bersama Polri dan TNI telah berkoordinasi.
Ada tiga kategori desa yang masuk radar pengawasan. Yakni, 9 desa masuk status kurang rawan atau zona hijau, 40 desa masuk kategori agak rawan atau zona kuning, dan ada 15 desa masuk zona rawan atau merah.
Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro membenarkan, 15 desa masuk zona merah atau rawan. Desa ini masuk radar pengawasan karena ada potensi konflik.
“Betul. Saya masih rapat,” katanya ketika dikonfirmasi Tangerang Ekspres (grup Radar Banten), Selasa (28/9).
Guna mengantisipasi konflik saat gelaran pilkades, Polresta Tangerang menggelar sowan ke tokoh masyarakat dan agama di desa yang masuk kategori rawan saat pencoblosan.
Aksi gerilya sudah mulai dilakukan Polsek Balaraja dan Panongan. Untuk Kapolsek Balaraja Kompol Gede Prasetia Adi Sasmita yang melaksanakan silaturahmi kepada tokoh agama Desa Sentul, Kecamatan Balaraja. Ia didampingi Iptu Ermansyah sebagai Kanitbinmas dan Ipda Wagyo sebagai Kanitintelkam. Serta, Bhabinkamtibmas Desa Sentul Aipda Dasuki.
Gede menyebutkan, kegiatan silaturahmi ke rumah Ustad Supriatna dilaksanakan dalam rangka persiapan pilkades. Sebab, kata dia, tokoh agama dapat ikut serta membantu menjaga situasi kamtibmas selama tahapan pilkades. Mulai dari pelaksanaan pemungutan dan pasca pemungutan suara, sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif.
“Kami mengajak tokoh agama untuk ikut andil dalam menjaga situasi kamtibmas selama tahapan pilkades, maupun pada saat pelaksanaan dan pasca pilkades,” katanya.
Sementara, Kapolsek Panongan AKP Gesit Febriyatmoko sowan kepada sesepuh dengan mengunjungi kediaman KH Aspuri di Desa Rancakelapa. Ia merupakan salah satu tokoh agama di Desa Rancakelapa sekaligus pembina pengajian Al-Hidayah Panongan.
“Kedatangan kami ke para sesepuh, ulama, dan umaro untuk menjalin silaturahmi dan membangun keharmonisan untuk bersama-sama menjaga keamanan di Desa Rancakelapa yang dalam waktu dekat ini akan melaksanakan pemilihan kepala desa,” kata Gesit. (sep/don)











