Beraksi di Mimika Sport Centre, Rabu (6/10), Maesaroh menjadi runner-up di bawah atlet nasional asal Bali, Maria Londa.
Maesaroh melakukan lompatan dengan jarak 12.60 meter, sedangkan Maria Londa mampu melompat 1 meter lebih jauh, yaitu 13.60 meter.
Satu perak lagi dipersembahkan Tri Kahono di nomor duration flight dual seater putra. Tri harus puas jadi runner up dengan total poin 1218.83.
Di atas posisi Tri, ada atlet Jawa Timur Aviandi yang dengan poin 1250. Sementara, perunggu direbut Rido dari Jawa Tengah dengan poin 991.65.
LAYAR DAN BILIAR
Kontingen Banten juga mendapatkan tambahan dua perunggu dari cabang olahraga layar dan biliar.
Perunggu dari layar disumbangkan pasangan Gregory Roger Wardojo/Haiqal Yaqzan di nomor international 420 putra. Gregory/Haiqal bersaing dengan M Abdul Sugianto/Rahmat Aidil Pratama asal Kalimantan Timur. Sementara, posisi kedua ditempati Muhammad Ikwan/Riko Ramadani dari Kalimantan Utara.
Tambahan perunggu lagi untuk Banten diberikan Putrini, atlet biliar putri yang turun di nomor bola 10. Pada laga semifinal, Putrini kalah atas atlet Jawa Barat, Anita, dengan skor 7-3 di GOR Biliar SP 5 Mimika, kemarin.
Manajer Biliar I Ketut Purwanto mengakui jika perolehan perunggu itu tidak sesuai target. Ia menuturkan bahwa target di nomor bola 10 putri minimal adalah perak.
“Kami kalah beruntung. Kami saling kejar mengejar poin di laga semifinal ini. Di luar dugaan, lawan tampil bagus dan berhasil melaju ke partai final,” kata Ketut. (don)











