Tanaman sayur-sayuran dimaksud seperti pakcoy, salad, tomat dan cabai. Kemudian, berkembang hingga menanam buah melon, semangka dan stroberry dengan menerapkan metode hidroponik. “Awalnya menanam untuk kebutuhan sendiri. Akhirnya kini bernilai ekonomis,” ujar Anis Fuad kepada Radar Banten saat ditemui di kediamnya, Minggu (10/10).
Aktivitas Anis Fuad mendapat dukungan penuh dari istrinya. Semuanya dimulai saat sang istri mengunggah hasil tanamannya di media sosial (medsos). Akhirnya, keluarga, rekan hingga ritel berminat untuk membeli hasil tanamannya. “Karena istri saya upload di medsos akhirnya banyak yang datang. Kini, saya penjual sayuran,” terangnya.
Berkaitan inovasinya, Anis Fuad kini bermitra dengan perbankan tabungan pensiunan. Ia menjadi salah satu mentor terbaik. Terbukti di tahun 2019 meraih predikat mentor aktif, tahun 2020 meraih predikat mentor aktif dan produktif. “Mudah-mudahan di tahun 2021 ini aktif, produktif dan inovatif,” katanya seraya tersenyum.
“Jadi, setelah pensiun malah tambah banyak aktivitas saya, jadi pedagang sayur, akademisi, entrepreneur, dan motivator,” sambil menunjukkan bibit tanaman yang berjajar rapi di kediamannya.
Menjadi motivator bagi calon pensiunan baginya, bukan hanya sekadar berbagai pengalaman semata. Tapi, bagaimana mengingatkan agar di masa pensiun pegawai di kantor harus tetap produktif. “Setelah pensiun bukan hanya berdiam diri, tapi bagaimana menginspirasi, agar hidup tetap produktif,” terangnya.
KETAHANAN PANGAN
Anis Fuad mengatakan, saat ini ketahanan pangan menjadi hal yang penting. Selain, untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dapat bernilai ekonomis. Ini bisa dilakukan oleh kelurahan desa bahkan pondok pesantren. “Saya sering berkunjung ke desa-desa mendorong ketahanan pangan melalui metode tanaman hidroponik,” katanya.
“Pihak desa bisa memanfaatkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) menjadi motor penggerak untuk memenuhi kebutuhan sayuran di masyarakat. Alhamdulillah, ada beberapa desa yang merespons,” tambah Anis Fuad.
Selain itu, Anis Fuad mengatakan, pihaknya tengah menggagas ketahanan pangan di pesantren. Hal ini dilakukan bersama Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten. “Tujuannya pondok pesantren bisa memenuhi kebutuhan sayuran dengan hasil tanaman sendiri. Mudah-mudahan ini berhasil,” katanya. (*)












