Jika ada petani yang areal sawahnya membutuhkan stok air, maka air dari Situ Tasikardi akan disalurkan secara merata. “Insyaallah, enggak ada petani di Kramatwatu yang mengeluhkan kekurangan air lagi,” kata Koordinator Situ Tasikardi Jahidi.
Jahidi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Serang terkait peningkatan penataan di Situ Tasikardi. “Kami ingin ada peningkatan baik dari sarana prasarana maupun pengelolaannya,” kata Jahidi.
Ia mengungkapkan, jika malam hari, sering mendapati warga yang menjala di kawasan Situ Tasikardi. Hal itu dilarang lantaran tangkapan ikan tak terkontrol, warga hanya boleh memancing. Selain itu, tak jarang ada pula pasangan muda mudi yang sering pacaran di areal Situ dan dikhawatirkan melakukan tindakan yang tak diinginkan. “Kami tentu khawatir, soalnya gelap kan,” ungkapnya.
Maka dari itu, Jahidi mengungkapkan saat ini Situ Tasikardi membutuhkan lampu penerangan. Selain penerangan, Jahidi mengaku, pihaknya juga membutuhkan bantuan pemasangan pagar besi lebih tinggi agar akses masuk ke kawasan situ menjadi satu akses yakni di gerbang utama. “Kadang ada juga yang masuk lewat pagar di sisi samping, kan susah ngontrolnya,” ujarnya .
Ketua Pengelola Situ Tasikardi H Nahrawi mengatakan, pihaknya merasa miris melihat Situ Tasikardi yang sempat tutup dan kumuh. “Maka kami bangkitkan lagi, supaya potensi ini bisa dimaksimalkan,” kata Nahrawi.
Nahrawi berharap, Situ Tasikardi bisa semakin ramai. Ada banyak kegiatan berskala besar bisa dilaksanakan di sini, serta mampu memberi sumbangsih bagi anggaran pendapatan daerah. (*)











