Menghadapi ancaman bencana banjir akhir tahun 2021 di Kabupaten Tangerang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten melakukan penguatan mitigasi bencana.
Kegiatan tersebut difokuskan pada sejumlah kecamatan yang termasuk rawan terjadi banjir, sesuai hasil peta resiko bencana. Diantaranya Kecamatan Sepatan, Rajeg, Kresek dan Mekar Baru.
Untuk mengoptimalkan penguatan mitigasi bencana di Kabupaten Tangerang, BPBD Banten tidak hanya bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Tangerang namun juga melibatkan DPRD Banten khususnya Komisi V yang menjadi mitra kerja BPBD Banten.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Banten, Nana Suryana, BPBD kabupaten/kota di Banten telah melakukan pemetaan resiko bencana di daerahnya masing-masing. Oleh karena itu, perlu disosialisasikan mitigasi bencana agar masyarakat siap siaga saat banjir dan angin kencang terjadi akhir tahun 2021.
“Pencegahan bencana banjir dan longsor serta angin kecang di Kabupaten Tangerang, tidak cukup hanya dengan membentuk Desa Tangguh Bencana, masyarakat harus juga dibekali pengetahuan tentang kebencanaan,” kata Nana.
Saat ini di Kabupaten Tangerang, lanjut Nana, sudah ada Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) sebagai sistem informasi dan komunikasi penanggulangan bencana di BPBD Kanupaten Tangerang, sehingga perlu partisipasi aktif dari masyarakat.
“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir, longsor, dan angin kencang seiring dengan intensitas curah hujan yang terus meningkat,” tuturnya. (*)

